Untuk melihat potensi pada sektor ekonomi didasarkan atas perkembangan dari sektor-sektor ekonomi serta didasarkan pada potensi yang pada dasarnya meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, hutan, pariwisata, industri, dan sektor lain yang terdapat di Kabupaten Kediri.
a. Pertanian
Pertanian tanaman pangan di Kabupaten Kediri terdiri dari berbagai jenis diantaranya: padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedelai, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Kabupaten Kediri sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Timur memiliki tingkat perkembangan yang cukup baik. Tingkat produktivitas pada tahun 1999 untuk komoditi padi di Kabupaten Kediri sebesar 59,97 Kw/ha dengan total produksi 3.407.426 Kw. Dan produksi tertiinggi terdapat pada kecamatan Pare dengan jumlah produksi sebesar 493.439 pada tahun 1999. Kecamatan lain yang memberi banyak kontribusi dalam hasil pertanian pangan di Kabupaten Kediri berupa padi adalah Kecamatan Purwaasri, Kepung, Plosoklaten dan Kandangan.
Sedangkan tingkat produktivitas tanaman jagung untuk Kabupaten Kediri adalah sebesar 57, 73 Kw/Ha pada tahun 1999 atau produksinya setara 3.028.895 Kw. Produksi tanaman jagung di Kabupaten Kediri juga terdapat pada Kecamatan Pare dengan total produksi 347.052 Kw diikuti oleh Kecamatan Pagu dengan produksi sebanyak 316.755 Kw.
Untuk tanaman ubi kayu pada tahun 1999 di Kabupaten Kediri tingkat produktivitasnya mencapai 232,76 Kw/Ha, dengan total produksi sebesar 1.697.763 Kw. Produksi ubi kayu yang terbesar terdapat pada Kecamatan Mojo dengan produksi sebesar 323.168 Kw, kemudian di Kecamatan semen sebesar 319.052 Kw. Kabupaten Kediri sendiri untuk perkembangan produktivitas ubi jalar secara keseluruhan mencapai 202,34 Kw/Ha pada tahun 1999, sedangkan produksinya sendiri mencapai 33.589 Kw, sedangkan wilayah yang memiliki produksi terbesar adalah Kecamatan Mojo .
Untuk produktivitas jenis tanaman kacang tanah di Kabupaten Kediri sampai data tahun 1999 sebesar 15,18 Kw/Ha dengan total produksinya mencapai 27.542 Kw. Produksi terbesar untuk jenis tanaman ini adalah di Kecamatan Kras dengan produksi sebesar 3.440 kw, kemudian juga di Kecamatan Banyakan sebesar 3.230 Kw.
Perkembangan produktivitas rata-rata untuk tanaman sayur-sayuran di Kabupaten Kediri menunjukkan angka yang cukup baik. Ada beberapa komoditi sangat potensial untuk lebih dikembangkan, yaitu; jenis cabe/Lombok, tomat, kacang panjang dan bawang merah. Beberapa daerah yang sangat potensial untuk tanaman sayur-sayuran adalah Kecamatan Kandat, Puncu, Wates, Pare, dan Kepung. Selain itu untuk tingkat produktivitas buah-buahan juga menunjukkan angka yang cukup baik pula. Ada beberapa jenis buah-buahan yang sangat potensial untuk dikembangkan pada masa yang akan datang, antara lain: jenis semangka, nanas, mangga podang, belimbing, durian dan sawo. Khusus untuk jenis buah mangga podang, mangga jenis ini merupakan buah khas yang ada di Kediri, dimana jenis mangga podang ini bila di tempat lain tidak memiliki warna yag unik seperti yang ada di Kabupaten Kediri. Daerah-daerah penghasil komoditi jenis buah-buah di atas antara lain Kecamatan Kandat, Kunjang, Puncu, Grogol, Mojo, Banyakan dan Kepung.
Namun produksi tanaman pangan pada tahun 2006 mengalami berbagai kenaikan dan penurunan berdasarkan perbandingan hasil produksi pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2005. Peningkatan dan penurunan komoditi pertanian pangan tersebut antara lain: hasil tanaman padi pada tahun 2006 sebanyak 330,9 ribu ton turun 0,57% dari tahun 2005. jagung 3,04 ribu ton turun 11,68%. Ubi kayu 111,9 ribu ton naik 12,56%, ubi jalar 1,2 ribu ton turun 7,49%, kacang tanah juga naik sebanyak 29,91%.

b. Perkebunan
Sektor perkebunan di Kabupaten Kediri terdiri dari enam komoditi yaitu: tebu, kelapa, kapuk randu, tembakau, kopi, dan jambu mente. Komoditi yang paling mendominasi di Kabupaten Kediri adalah tebu, dimana komoditi tebu ini hampir tersebar merata di seluruh wilayah Kediri, namun produksi terbesarnya terdapat di Kecamatan Wates.
Di Kabupaten Kediri untuk komoditi kelapa, produktivitasnya mencapai 0,91 ton/ha dengan total produksinya mencapai sebesar 7.550,29 ton pada tahun 1999. Produksi terbesar untuk komoditi kelapa ini terdapat di Kecamatan Grogol. Sedangkan tingkat produktivitas jenis tanaman jambu mente di Kabupaten Kediri adalah sebesar 0,45 ton/Ha dengan jumlah produksinya sebesar 328,98 ton. Produksi jambu mente banyak terdapat pada kecamatan Plosoklaten.
Pada tahun 1999 produktiivitas komoditi kapuk randu di Kabupaten Kediri mencapai 0,17 ton/Ha, dengan kontribusi terbesar terdapat di Kecamatan Kandangan. Untuk prokdutivitas tanaman kopi pada tahun yang sama mencapai 0,31 ton/Ha, dan terbesar di Kecamatan Kepung. Sedangkan untuk komoditi tembakau di Kabupaten Kediri adalah sebesar 24,24 ton/Ha dengan produksiinya sebesar 1.406,03 ton. Komoditi ini hanya terdapat di Kecamatan Purwoasri dan Papar. Akan tetapi produksi terbesar terdapat pada kecamatan Purwoasri dengan jumlah produksi mencapai 1.300,16 ton pada tahun 1999.
Sektor perkebunan di Kabupaten Kediri memilik kualitas yang baik dan berkualitas ekspor. Tercatat ada 8 perusahaan perkebunan di Kabupaten Kediri yaitu perkebunan kopi ada 4 perusahaan, karet dan coklat masing-masing 1 perusahaan dan perkebunan cengkeh ada 3 perusahaan. Selain perkebunan swasta terdapat juga perkebunan rakyat seperti perkebunan tebu, jambu mete, kopi robusta, lada , cengkeh dan kenanga yang tersebar luas di Kabupaten Kediri.

c. Perikanan
Potensi sektor perikanan di Kabupaten Kediri terdiri atas 3 jenis yang meliputi: perikanan perairan umum, budidaya kolam dan budidaya sawah. Umumnya di Kabupaten Kediri perikanannya berupa perikanan air tawar karena seperti yang telah kita ketahui Kabupaten Kediri tidak berbatasan langsung dengan laut. Perikanan di Kabupaten Kediri umumnya dibedakan menjadi perairan umum, budidaya kolam dan budidaya sawah. Hasil produksinya mencapai 2,3 ribu ton ikan/tahun dengan nilai total produksi sekitar 18,36 milyar rupiah.
Di Kabupaten Kediri pada tahun 1999 untuk jenis perairan umum lebih mendominasi bila dibandingkan dengan jenis perikanan yang lain. Produksi perairan umum mencapai 556.036 Kg. Produksi terbesar terdapat di Kecamatan Plosoklaten sebanyak 63.890 Kg. Untuk jenis budidaya kolam, produksi tahun 1999 adalah sebesar 488.290 Kg dengan produksi terbanyak terdapat di Kecamatan Pare. Sedangkan jenis budidaya sawah, produksi yang dapat dihasilkan pada tahun 1999 adalah sebesar 173.480 Kg dan wilayah yang menghasilkan terbanyak adalah juga di Kecamatan Pare.

d. Peternakan
Sektor peternakan di Kabupaten Kediri terdiri dari peternakan: sapi potong, sapi perah, kerbau, kuda, kambing, domba, babi, ayam buras, ayam petelur, ayam pedaging dan entok. Sedangkan untuk populasi ternak besar di Kabupaten Kediri terdiri dari jenis sapi potong, sapi perah, kuda dan kerbau.
Untuk jenis sapi potong, populasi terbesar terdapat di Kecamatan Pagu sebesar 7.628 ekor, kemudian Kecamatan Gurah sebesar 6.027 ekor. Sapi perah sebagian besar terdapat di Kecamatan Kandangan dengan jumlah 2.293 ekor dan di Kecamatan Ngancar sebanyak 1.509 ekor. Populasi kuda di Kabupaten Kediri sebagian besar terdapat di Kecamatan Semen dan Kandangan, sedangkan kerbau sebagian besar terdapat di Kecamatan Pare (berdasarkan data tahun 1999 dari “RTRW Kabupaten Kediri Tahun 2003”).
Di Kabupaten Kediri untuk jenis ternak kecil yang terlihat potensial adalah jenis kambing, dimana jumlah populasi ini terbanyak terdapat pada Kecamatan Mojo dan Kecamatan Plosoklaten. Sedangkan jenis populasi lainnya adalah domba yang terbanyak terdapat di Kecamatan Mojo pula.
Sedangkan tingkat perkembangan populasi ayam petelur di Kabupaten Kediri tersebar hampir secara merata, namun yang terbanyak adalah di Kecamatan Puncu. Begitu pula dengan ayam buras juga tersebar hampir tersebar secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Kediri, namun populasi terbesar terletak di Kecamatan Pagu dan Kecamatan Kras.
Berdasarkan data statistik Kabupaten Kediri pada tahun 2006 ada 102 perusahaan peternakan ayam petelor atau pedaging, 1 perusahaan sapi perah. Daerah peternakan umumnya berada di Kecamatan Gurah, Kras, Kayenkidul, Tarokan, dan Pagu.

e. Kehutanan
Kabupaten Kediri memiliki kawasan hutan yang tersebar secara tidak merata pada wilayah kecamatan. Sebagian kawasan hutan ini ada di bagian pinggiran, terutama pinggir barat yang berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung dan pinggir timur yang berbatasan dengan Kabupaten Malang. Dimana diantara kawasan hutan ini masih ada yang dimanfaatkan sebagai hutan produksi. Kawasan hutan yang terletak pada kawasan budidaya adalah hutan produksi tetap dan kawasan hutan produksi terbatas. Diantara kawasan hutan yang termasuk sebagai hutan produksi terbatas adalah di Kecamatan Mojo, Ngancar, Kepung. Grogol, Banyakan, dan Tarokan.
Beberapa kawasan hutan lainnya tidak dapat digunakan sebagai hutan produksi, sebab lokasi hutan tersebut terletak pada kawasan hutan lindung, baik sebagai hutan lindung mutlak, maupun hutan lindung terbatas. Walaupun demikian pada kawasan hutan lindung ini tetap dapat diambil manfaatnya tanpa menimbulkan kerusakan, misalnya mahoni, pinus, dan sebagainya. Sampai saat ini wilayah hutan yang difungsikan untuk kegiatan lain di bebberapa lokasi yang merupakan kawasan objek wisata seperti Air terjun Ironggolo, Air terjun Ngleyangan, dan Sumber Podang.
Diperkirakan hutan yang berada di Kabupaten Kediri hingga saat ini adalah seluas 21.713 hektar. Dan sebagian besar berupa kawasan hutan produksi dan kawasan hutan lindung. Sedangkan yang merupakan kawasan hutan wisata prosentasenya lebih kecil yang berada di Kecamatan Tarokan. Pada tahun 2006 kawasan hutan yang tersisa tinggal jenis tanaman sengon dan pinus. Hutan sengon luasnya 9.964,5 Ha, sedangkan hutan pinus luasnya 11.748,5 Ha.

f. Potensi pariwisata
Sektor pariwisata di Kabupaten Kediri memiliki tingkat perkembangan yang cukup tinggi dari tahun ke tahun, yang meliputi beberapa sub sektor, antara lain: hotel, restoran, serta jasa hiburan dan rekreasi. Kabupaten Kediri yang memiliki banyak potensi wisata telah dikembangkan secara baik oleh pemerintah daerah Kabupaten Kediri. Banyaknya potensi wisata di Kabupaten Kediri didukung oleh kondisi alam yang sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi berbagai wisata alam yang sangat menarik. Selain itu faktor sejarah turut pula memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kediri.
Kabupaten Kediri dengan seluruh potensi wisata yang sudah dikembangkan saat ini siap dimasukkan ke dalam sasaran paket wisata Jawa Timur. Beberapa obyek wisata yang sudah siap menjadi sasaran wisata antara lain kawasan wisata Besuki di Kecamatan Mojo dengan air terjun Dolonya, kawasan wisata Kelud di Kecamatan Ngancar, Gereja Puhsarang yang terletak di Kecamatan Semen, serta wisata budaya seperti petilasan Sriaji Joyoboyo, situs Tondowongso, dan sebagainya.
Pemerintah Kabupaten Kediri juga membangun Pusat perdagangan (Trade Centre), Simpang Lima Gumul (SLG) untuk tahap awal dengan luas 37 hektar dan dapat terus berkembang sesuai kebutuhan. Konsep penataan kawasan ini adalah blok massa (bangunan) dengan pola radial dan di pusatnya terdapat sebuah monumen. Adapun monumen tersebut dibangun menyerupai Arc de' Triomphe seperti yang terdapat di Kota Paris. Bangunan di sekitar Trade Centre-SLG didesain bergaya kontemporer dengan aksen-aksen bernuansa Eropa Barat (perancis) yang terintegrasi dalam suatu kawasan bisnis yang berkesinambungan antara satu dengan yang lainnya. Dengan adanya pembangunan Trade Centre-SLG tersebut maka investasi di bidang perhotelan, mall, pertokoan dan pusat grosir sangat prospektif. Pembangunan monumen simpang Lima Gumul ini mempunyai daya tarik wisatawan yang cukup banyak, dan merupakan salah satu mega proyek Pemda Kabupaten Kediri. Dan tingkat pembangunan monumen Siimpang Lima Gumul hingga saat ini telah mencapai taraf 95%.
Kondisi masing-masing obyek wisata tadi tentunya tidak hanya sampai seperti yang ada sekarang tetapi akan terus dikembangkan dengan penambahan fasilitas-fasilitas bagi pengunjung sehingga akan menjadi lebih menarik dan layak menjadi sasaran wisata baik nasional maupun internasional. Sebagaimana diketahui bahwa beberapa tahun lalu Kabupaten Kediri pernahh masuk The Best Ten Anugerah Pariwisata Jatim untuk kategori pemerintah daerah yang memberikan perhatian besar terhadap pembangunan sektor pariwisata di daerahnya.

g. Potensi industri
Sektor industri di Kabupaten Kediri terdiri dari beberapa variabel diantaranya jumlah unit industri, jumlah tenaga kerja, jumlah produksi industri, nilai ekspor dan nilai investasi yang ditanamkan pada sektor industri.
Kabupaten Kediri dari tahun ke tahun industrinya mulai berkembang dengan peningkatan jumlah perusahaan yaitu dari 61 pengusaha menjadi 2.192 pengusaha baik pengusaha industri sedang, kecil maupun rumah tangga. Adapun jenis industri yang ada di Kabupaten Kediri adalah jenis industri makanan, minuman, dan tembakau. Berdasarkan nilai produksinya terdapat 3 industri yang nilainya cukup besar yaitu industri rokok kretek, industri pupuk NPK dan industri jahe instan.

h. Potensi pertambangan
Kabupaten Kediri merupakan daerah yang memiliki potensi pertambangan yang kurang bervariasi. Untuk Kabupaten Kediri potensi produksi hasil tambangnya merupakan jenis bahan tambang galian ‘C’ yang meliputi pasir, batu, tanah urug, dan pasir urug. Namun pada umumnya di Kabupaten Kediri kegiatan pertambangan didominasi oleh pertambangan pasir dan batu kali yang berada di sekitar sungai di Kabupaten Kediri sebagai akibat dari muntahan gunung berapi.
Potensi ini masih dapat dikembangkan lebih lanjut dengan tidak mengabaikan aspek kelestarian lingkungan. Untuk penggalian pasir, kerikil, dan batuan yang terdapat di sepanjang sungai, sebaiknya juga mempertimbangkan aspek kelestarian lingkungan hidup, sehingga tidak merusak tata air dan penggerusan dinding sungai. Wilayah yang memiliki potensi ini terdapat di Kecamatan Pare, Kandangan, Puncu, semen, dan Kunjang.