Kabupaten Kediri, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang kediri terletak 111°47'05" sampai 112°18'20" bujur timur dan 7°36'12" sampai 8°0'32" lintang selatan. Sedangkan secara geografis Kediri berbatasan dengan Kabupaten Blitar dan Tulungagung di sebelah selatan, utara berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jombang, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Nganjuk di bagian barat, dan di bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Malang. Selain itu Kediri terletak + 125 km dari ibukota propinsi Jawa Timur, Kota Surabaya. Dengan posisi Kabupaten Kediri sangat Strategis inilah, Kediri sebenarnya berpotensi sebagai pusat pengembangan perekonomian karena terletak di tengah-tengah wilayah Jawa Timur bagian barat. Kawasan Jawa Timur bagian barat ini merupakan daerah yang sangat potensial untuk dikembangkan, karena dari sisi geografis (topografi, kesuburan tanah, curah hujan dll) yang sangat mendukung untuk pengembangan perekonomian. Namun demikian dari sisi ekonomi sampai saat ini belum tergarap secara maksimal karena berbagai kendala dalam perencanaan pengembangan wilayah di Kabupaten Kediri.
Dalam rangka pengembangan wilayah Kabupaten Kediri menuju ke arah keberhasilan pembangunan nasional, Kabupaten Kediri mempunyai visi yang jelas dan tertulis sebagaimanan tertuang pada Peraturan Daerah Kabupaten Kediri Nomor 5 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Kediri tahun 2006 – 2010, yang berbunyi sebaga berikut: "Terwujudnya masyarakat Kabupaten Kediri yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Demokratis, berkeadilan, tertib, damai, sejahtera berbasis pertanian didukung perdagangan, perindustrian dan penyelenggaraan Pemerintah Daerah yang Profesional"
Untuk mencapai misi Kabupaten Kediri sebagaimana tersebut di atas, maka perlu ditetapkan misi-misi yang akan dilaksanakan untuk mencapai visi tersebut. Misi-misi tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Melaksanakan/mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagai wujud peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa
2. Mengembangkan kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang taat kepada peraturan perundang-undangan dalam rangka meningkatkan kehidupan masyarakt yang aman, tertib, tenteram, dan damai serta meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam wadah Negara Kesatuan
3. Terwujudnya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat yang ditandai terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja
4. Pengembangan industri dan pusat-pusat perdagangan berbasis pertanian serta beorientasi pada mekanisme pasar.
5. Pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya UMKM (usaha Menengah, kecil dan mikro) yang berdaya saing tinggi
6. Meningkatkan kemajuan dan kemandirian melalui penyelenggaraan otonomi daerah yang bertanggung jawab didukung penyelenggaraan pemerintah yang profesional.
Dilihat dari segi sejarah, Kediri pada awalnya merupakan sebuah kerajaan besar yang bernama Kerajaan Kediri. Kerajaan Kediri mempunyai wilayah yang cukup luas, mencakup seluruh kawasan Indonesia bagian timur, bahkan hingga mencapai Pulau Papua. Kerajaan Kediri pun banyak memiliki catatan sejarah yang membanggakan, salah satu diantaranya adalah Kerajaan Kediri pernah menjadi lumbung padi nasional pada masa kejayaannya, yaitu pada masa Raja Jayabaya. Namun pada akhirnya Kediri dipilah menjadi dua kerajaan, yaitu kerajaan Jenggala dan Panjalu. Seiring berjalannya waktu Kerajaan Kediri pun mengalami kemunduran dan mengalami kehancuran ketika mengalami kekalahan dalam perang melawan Ken Arok, raja Kerajaan Singosari pada tahun 1222.
Ditilik dari sejarah tersebut saja, terlihat bahwa sesungguhnya wilayah Kediri mempunyai potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai daerah pembangunan yang maju. Disamping memiliki catatan histori yang membanggakan, Kabupaten Kediri juga memiliki banyak potensi lain yang dapat dikembangkan lebih jauh lagi. Potensi tersebut meliputi potensi fisik maupun nonfisik yang dapat dijabarkan ke dalam aspek-aspek geografi.
a. Aspek Fisik
Secara astronomis, Kabupaten kediri terletak pada koordinat 111°47'05" sampai 112°18'20" bujur timur dan 7°36'12" sampai 8°0'32" lintang selatan. Dengan luas wilayah mencapai +1.386,05 K¬m² atau + 5%, dari luas wilyah propinsi Jawa Timur, Kabupaten Kediri mempunyai kondisi tanah beragam yang terdiri atas 456,49 Km² tanah sawah dan 925,56 Km² tanah kering. Selain itu kondisi topografi Kabupaten Kediri terdiri dari dataran rendah dan pegunungan menyebabkan Kabupaten Kediri mempunyai curah hujan yang cukup tinggi dengan tingkat curah hujan rata-rata sekitar 1652 mm per hari dan mempunyai suhu udara yang bervariasi antara 23o C sampai dengan 34o C.
Wilayah Kabupaten Kediri diapit oleh dua gunung yang berbeda sifatnya, yaitu Gunung Kelud di sebelah Timur yang bersifat vulkanik dan Gunung Wilis disebelah barat Kediri yang bersifat non vulkanik. Hal tersebut menyebabkan Kediri mempunyai kondisi tanah yang berbeda-beda. Ditinjau dari jenis tanahnya, Kabupten Kediri dapat dibagi menjadi 5 (lima) golongan. yaitu.
 Regosol coklat kekelabuan seluas 77.397 Ha atau 55,84 %, merupakan jenis tanah yang sebagian besar ada di wilayah kecamatan Kepung, Puncu, ngancar, Plosoklaten, Wates, Gurah, Pare, kandangan, kandat, Ringinrejo, Kras, papar, Purwoasri, Pagu, Plemahan, Kunjang dan Gampengrejo
 Aluvial kelabu coklat seluas 28,178 Ha atau 20,33 %, merupakan jenis tanah yang dijumpai di Kecamatan Ngadiluwih, Kras, Semen, Mojo, Grogol, Banyakan, Papar, Tarokan dan Kandangan
 Andosol coklat kuning, regosol coklat kuning, litosol seluas 4.408 Ha atau 3,18 %, dijumpai di daerah ketinggian di atas 1.000 dpl seperti Kecamatan Kandangan, Grogol, Semen dan Mojo.
 Mediteran coklat merah, grumosol kelabu seluas 13.556 Ha atau 9,78 %, terdapat di Kecamatan Mojo, Semen, Grogol, banyakan, tarokan, Plemahan, Pare dan Kunjang.
 Litosol coklat kemerahan seluas 15.066 Ha atau 10.87%, terdapat di kecamatan Semen, Mojo, Grogol, banyakan, tarokan dan kandangan.
Sedangkan tepat di bagian tengah wilyah Kediri melintas sungai Brantas yang bersumber dari mata air Sumberbrantas dan bermuara di Laut Jawa, sungai yang mempunyai aliran cukup besar ini telah membelah Kediri menjadi dua bagian, yaitu Kediri bagian barat dan Kediri bagian timur. Kediri bagian barat sungai Brantas merupakan daerah perbukitan lereng Gunung Wilis dan Gunung Klotok. Sedangkan Kediri bagian timur merupakan daerah yang cukup subur dengan kondisi topografi beragam, yang terdiri dari dataran rendah dan pegunungan, terutama Gunung Kelud.
Selain itu dengan banyaknya sungai-sungai yang ada di Kabupaten Kediri mengakibatkan wilayah di Kabupaten Kediri juga mempunyai daerah yang berfungsi sebagai waduk/bendungan yang juga berfuungsi sebagai irigasi dan pengendalian banjir. Sehingga kondisinya merupakan kawasan konservasi yang harus dilindungi dan dijaga.
b. Aspek Biotis
Kabupaten Kediri merupakan kawasan yang terdiri dari daerah dataran rendah dan daerah pegunungan. Hal ini mengakibatkan Kabupaten Kediri menjadi daerah yang memiliki aspek biotis yang beraneka ragam baik berupa tanaman pangan, perkebunan, kehutanan maupun hewan ternak. Tanaman pangan di Kabupaten Kediri terdiri dari padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedelai dan kacang hijau. Sayur-sayuran di Kabupaten Kediri terdiri dari lombok, mentimun, tomat, terong dan bawang merah. Buah-buahan terdiri dari mangga, pepaya, nanas dan pisang. Untuk tanaman perkebunan terdiri dari karet, kopi, coklat, cengkeh, kopra, kelapa, jambu mete, randu, lada dan tebu. Sektor peternakan terdiri dari ayam petelor atau pedaging, sapi perah, sapi potong, kuda, kerbau, kambing dan ayam kampung. Sedangkan dari sektor perikanan di daerah Kabupaten Kediri berupa jenis ikan air tawar seperti lele, mujair, tawes dan berbagai macam jenis ikan air tawar lainnya.
Dari segi potensi sumber daya air, Kabupaten Kediri mempunyai cukup banyak sumber daya air yang berasal dari mata air dan sungai. Sumber daya air di Kabupaten Kediri berasal dari sungai, mata air, dan waduk, dimana kesemuanya merupakan sumber daya yang sangat potensial. Di sisi lain potensi bentang alam di Kabupaten Kediri yang mempunyai kawasan pegungungan dapat dikembangkan menjadi potensi kawasan wisata.
Kawasan hutan di Kabupaten Kediri yang terdiri dari pohon sengon dan pinus juga merupakan potensi lingkungan hidup yang dapat meningkatkan pedapatan daerah karena sebagian kawasan konservasi juga menghasilkan prooduk-produk dasar, misalnya kayu bakar, kayu petukangan, getah pinus, dan sebagainya. Hutan juga digunakan sebagai areal penelitian untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan juga sebagai tempat perlindungan satwa-satwa.
c. Aspek manusia dan sosial
Aspek manusia dan sosial di Kabupaten Kediri adalah potensi penduduk yang mencakup sumber daya manusia sebagai tenaga kerja penggerak pembangunan atau sebagai pelaku segala kegiatan dalam kehidupan dan penghidupannya. Hampir sebagian besar masyarakat Kabupaten Kediri telah memiliki mata pencaharian, hal ini tampak dari data yang diperoleh bahwa jumlah tenaga kerja pada berbagai sektor di Kabupaten Kediri jumlahnya mencapai 953.075 jiwa. Dan bila dilihat dari struuktur tenaga kerja yang ada di Kabupaten Kediri maka terlihat bahwa mayoritas penduduknya bermata pencaharian dalam sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perburuhan.
Untuk angkatan kerja yang belum tersalurkan perlu adanya bimbingan dan lahan menjadi tenaga kerja yang terampil dan siap pakai. Dilihat dari kondisi kawasan yang mayoritas bergerak di sektor pertanian dan industri maka pengalokasian dari tenaga kerja dapat disalurkan pada sektor-sektor untuk lebih meningkatkan sektor pertanian dan industri, dalam usaha meningkatkan pendapatan daerah di Kabupaten Kediri melalui sumber daya manusianya.
Data penduduk Kabupaten Kediri pada akhir tahun 2006 tercatat ada 1.445.695 jiwa. Ada penambahan 6.912 jiwa dibandingkan tahun 2005. jumlah kelahiran dan kematian selisih 5.502 jiwa, masing-masing sebanyak 13.863 dan 8.361 jiwa.
Menurut catatan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, pada tahun 2006 tercatat ada 9.144 lowongan kerja baru, naik 1,04 kali lipat dibandingkan kondisi tahun 2005. sedangkan jumlah pencari kerja baru tercatat sebanyak 11.642 orang. Jumlah penempatan tenaga kerja ada sebanyak 9.144 orang. Hal ini berarti penyerapan lowongan baru adalah 100% namun penyerapan pencari kerja baru 78,54%.
Pendidikan di Kabupaten Kediri sudah lumayan maju terbukti dengan bertambahnya institusi pendidikan pada tahun 2006 ini yaitu 93 intitusi dibandingkan tahun 2005. Kesehatan dan KB di Kabupaten Kediri sudah lebih baik terbukti dengan adanya penurunan jumlah pasien dari tahun ke tahun dan adanya penambahan tenaga medis di Kabupaten Kediri.
d. Aspek abstrak
Kediri terletak pada 111°47'05" sampai 112°18'20" bujur timur dan 7°36'12" sampai 8°0'32" lintang selatan. Sedangkan secara geografis Kediri berbatasan dengan Kabupaten Blitar dan Tulungagung di sebelah selatan, utara berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jombang, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Nganjuk di bagian barat, dan di bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Malang. Selain itu Kediri terletak + 125 km dari ibukota propinsi Jawa Timur, Kota Surabaya. Dengan posisi Kabupaten Kediri sangat Strategis inilah, Kediri sebenarnya berpotensi sebagai pusat pengembangan perekonomian karena terletak di tengah-tengah wilayah Jawa Timur bagian barat. Kawasan Jawa Timur bagian barat ini merupakan daerah yang sangat potensial untuk dikembangkan, karena dari sisi geografis (topografi, kesuburan tanah, curah hujan dll) yang sangat mendukung untuk pengembangan perekonomian.
Di bidang transportasi, kondisi jalan di kabupaten kediri menunjukkan kondisi yang cukup baik yakni dengan bertambahnya jalan dengan perkerasan aspal sebesar 3,42 % dan berkurangnya jalan makadam sebesar 72,00 %. Selain itu telah ada penanganan terhadap kerusakan sehingga dapat mengurangi panjang jalan rusak sebanyak 36,7% dari 352,23 Km menjadi 413,03 Km. Dalam rangka perluasan jangkauan pelayanan dibidang trasportasi, terdapat pengembangan jaringan trayek baru yaitu trayek kediri-kras-karangnongko dan trayek mrican-wonorejo. Sehingga dapat dikatakan bahwa dari segi prasarana atau jaringan trasportasi telah dapat memenuhi kebutuhan pergerakan masyarakat Kab. Kediri.Ketersediaan sarana angkutan Umum di wilayah perdesaan di Kab. Kediri yakni termasuk di daerah-daerah yang memiliki produksi yang potensial diketahui masih terbatas. Sehingga perlu adanya pembangunan sarana angkutan umum perdesaan yang dapat melayani seluruh pelosok wilayah Kab. Kediri terutama dapat menjadi penghubung pusat-pusat produksi dengan Pasar.
Mengenai struktur ruang didasarkan atas struktur hierarki kota/orde kota dengan melihat kelengkapan fasilitas yang terdapat di setiap kota. Untuk hierarki/orde kota yang terdapat di Kabupaten Kediri adalah orde I, yaitu: pada kota Pare dan Gampengrejo, dimana pada kawasan tersebut mempunyai potensi sebagai pusat pemerintahan, pusat perdagangan dan jasa, pengumpul dan distribusi komoditi peranian, pusat pendidikan lokal, pariwisata dan kegiatan industri yang ditunjang pula dengan jaringan jalan yang cukup baik dan memenuhi struktur kota. Sehingga kawasan tersebut mempunyai peranan yang sangat penting dalam memacu pertumbuhan dan perkembangan daerah sekitar. Dimana suatu kota akan dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan daerah apabila mempunyai sistem hierarki yang jelas, baik kemampuan pelayanannya terhadap kawasan hinterlandnya maupun orientasi pelayanan pada kota itu sediri dengan tetap menjalankan kemampuan tersebut secara efektif.
Sedangkan kota-kota dengan orde II adalah yang terdiri atas grogol, Ngadiluwih, dan Gurah serta kota-kota dengan orde dibawahnya, dimana pada kawasan tersebut sangat berpotensi untuk pengembangan sektor pertanian beserta pemasarannya untuk membentuuk struktur ruang yang hierarkis.