Bahaya erosi merupakan keadaan lahan yang dapat menurunkan kemampuan lahan. Dampak dari erosi menyebabkan hilangnya lapisan atas tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan air. Erosi tanah menimbulkan bahaya langsung yang terjadi di lahan bagian atas dan tidak langsung yang terjadi di bagian bawah. Selain itu kerusakan yang ditimbulkan oleh peristiwa erosi juga terjadi di dua tempat yaitu pada tanah tempat erosi terjadi dan pada tempat tujuan akhir tanah yang terangkut (diendapkan).
Dampak erosi dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu secara langsung maupun secara tidak langsung. Dampak secara langsung yang terjadi adalah hilangnya lapisan atas tanah, hilangnya unsur hara, rusaknya struktur tanah, kemerosotan produktivitas tanah, kerusakan pada bangunan, sedimen lumpur, pendangkalan air sungai dan dan waduk, tertimbunnya lahan pertanian, serta hilangnya mata air. Sedangkan dampak tidak langsung meliputi berkurangnya produksi pertanian karena penurunan tingkat kesuburan tanah.
Tanah yang tererosi oleh aliran permukaan akan diendapkan di tempat-tempat aliran air yang merambat atau berhenti baik di sungai, saluran irigasi, dan waduk. Endapan tersebut akan menyebabkan sungai, saluran irigasi, dan waduk mengalami pendangkalan. Meningkatnya jumlah aliran air di permukaan dan mendangkalnya sungai mengakibatkan sering terjadi banjir.
Berkurangnya infiltrasi air dalam tanah akan mengurangi pengikisan kembali air bawah tanah. Unsur-unsur hara dan bahan organik juga akan terbawa dalam peristiwa erosi dan kemudian diendapkan di dalam sungai, saluran irigasi, dan waduk yang mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Eutrofikasi merupakan proses pengkayaan yang dipercepat badan-badan air dengan unsur hara yang nantinya akan mempercepat pertumbuhan tanaman berbagai jenis mikroba dan tumbuhan air.
Kerusakan yang ditimbulkan oleh erosi tidak hanya dirasakan oleh daerah hulu (dimana erosi terjadi) tetapi juga di daerah yang dilalui dan di daerah hilir. Daerah hulu terjadi pengikisan dan pengangkutan lapisan tanah atas sehingga akan terjadi penurunan kerusakan produktifitas tanah. Sedangkan dampak erosi yang terjadi di daerah hilir antara lain banjir dan masalah penyediaan air minum karena air yang masuk ke dalam tanah di daerah hulu berkurang sebagai akibat terbukanya tanah dan menurunnya infiltrasi dan perkolasi.