Kamis, 21 Oktober 2010

Sejarah Rusia

Sejarah Rusia diawali dengan perpindahan bangsa-bangsa Skandinavia yang dikenal sebagai bangsa Varangia yang dipimpin oleh tokoh semi legendaris Rurik yang menyeberangi Laut Baltik serta pada tahun 862 M memasuki kota Novgorod dan memerintah di sana. Pada tahun 882 ia menguasai Kiev, kota Slavia yang berkembang menjadi pusat perdagangan antara Skandinavia dan Konstantinopel. Pada tahun 989 Vladimir I meluaskan wilayahnya hingga Kaukasus dan Laut Hitam serta mengambil ajaran Gereja Ortodoks Yunani. Kerajaan Kiev Rusia berakhir setelah serangan Mongol pada tahun 1237 oleh Batu Khan, cucu Genghis Khan.
Selanjutnya bangsa Mongol dikalahkan oleh Dimitri Donskoy pada tahun 1380 dengan kemenangan di Kulikovo. Kemudian daerah-daerah yang tercerai berai disatukan kembali oleh Ivan IV; ia menaklukan Kazan (1552), Astrakhan (1516) serta menguasai Siberia. Pemerintahan dilanjutkan oleh penerusnya sampai wangsa Romanov naik tahta yang diawali dengan diangkatnya oleh Michael Romanov sebagai Tsar (1613). Dinasti Romanov berkuasa selama 304 tahun hingga tahun 1917 dengan Tsar Nikolai II sebagai tsar terakhir. Pada bulan Februari 1917 dibentuk Pemerintahan Sementara di bawah Pangeran Lyvov dan Alexander Kerensky sampai 25 Oktober 1917, saat pemerintahan tersebut digantikan Pemerintahan Revolusi Bolshevik oleh Vladimir Ilyich Lenin.
Pada periode selanjutnya, pemerintahan dilanjutkan secara diktator oleh Josef Stalin (1922) yang mewujudkan Uni Soviet (Soviet berarti Dewan) dengan bergabungnya negara-negara di sekitar Rusia. Pemerintahan Uni Soviet berakhir setelah pada tanggal 25 Desember 1991 Presiden Mikhail Gorbachev mengundurkan diri serta berkibarnya bendera tiga warna Rusia di Kremlin.
Periodesasi Rusia dapat dibagi menjadi empat yaitu:
1. Negara Rusia pertama, didirikan oleh Rurik pada akhir abad IX di sekitar Kiev. Pada tahun 1237 kerajaan ini dikuasai oleh bangsa Mongol.
2. Negara Rusia kedua, berpusat di Moskow. Negara ini didirikan setelah dinasti Rurik di Moskow berhasil mengusir baNgsa Mongol dan ahli waris kaisar Bizantium.
3. Negara Rusia ketiga, berpusat di St. Petersburg yang berlangsung dari tahun 1703-1918, yaitu ketika Lenin menjadikan Moskow menjadi ibukota Rusia kembali. Pemerintah Rusia di St. Petersburg ini didirikan oleh Peter Agung dengan memindahkan ibukota Rusia beserta Kremlinnya dari Moskow.
4. Negara Rusia yang keempat yang berlangsung hingga sekarang, berpusat di Moskow.

• Sejarah Budaya
Rusia merupakan salah satu negara di Eropa, alasan mengapa Rusia termasuk dalam kawasan Eropa meskipun secara geografis wilayah Rusia sebagian besar berada di Asia adalah lebih disebabkan perjalanan sejarahnya dan keterlibatan Rusia dalam percaturan politik di Eropa. Orientasi Rusia ke Barat (Eropa Barat) telah dirintis pada masa pemerintahan Iwan IV, yaitu ketika ia berhasil mengalahkan bangsa Tartar. Tetapi aktivitas mereka belum diiringi dengan aktivitas kebudayaan. Tsar Alexey I Michailevich (1645-1676) berusaha menerapkan kebudayaan Barat di Rusia. Tsar sering mengundang kaum terpelajar dunia Barat untuk memajukan Rusia. sejak saat itu mulai terjadi terubahan cara berpikir sebagian lapisan masyarakat Rusia. Beberapa tindakan yang ditempuh Tsar Alexey I antara lain membuat susunan ketentaraan Rusia yang sesuai dengan susunan di Barat. Bangsa semakin banyak berdatangan ke Rusia sehingga kebudayaan Barat semakin berkembang di Rusia.
Pembaharuan Rusia menuju budaya Eropa ialah melalui pendidikan/paksaan dan menunjukkan bukti-bukti/hasil nyata yang menguntungkan. Pembaharuan-pembaharuan ini tampak pada pemerintahan Peter (1689), yaitu dengan menerapkan budaya barat di Rusia, pembaharuan tersebut antara lain:
1. Susunan tentara dirombak menurut model Barat. Jabatan perwira berdasarkan kecakapan.
2. Semua laki-laki harus mencukur jenggot.
3. System pingitan wanita dihapus.
4. Cara berpakaian sesuai model Barat.
5. Menerapkan kalender Gregorian.
Di samping itu, usaha-usaha pembaharuan Peter antara lain:
1. Sentralisasi pemerintahan, yaitu mengurangi otonomi dan kekuatan setempat.
2. Reorganisasi gereja, seperti Tsar tidak lagi sebagai wakil kerajaan Tuhan.
3. Bidang pendidikan didirikan Akademi Ilmu Pasti.
Sepeninggal Peter Agung, Eropanisasi masih berjalan terus terutama di sekitar pemerintah pusat. Namun Eropanisasi yang berkembang di Rusia tidak untuk kemajuan peradabannya, melainkan hidup dengan gaya barat dan berperilaku kolot. Memasuki abad ke XIX terjadi perubahan pemikiran pembaharu akibat pengaruh ajaran Marxisme di masyarakat Rusia, khususnya pada kaum buruh dan petani. Proses ini terus berlangsung baik di dalam masyarakat Rusia maupun dalam keterlibatan percaturan politik di Eropa, yakni pada Abad XX yang ditandai dengan keterlibatan Rusia dalam Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Melihat perkembangan kebudayaan masyarakat Rusia yang lebih mendekati kebudayaan Eropa, maka Rusia dalam perkembangannya digolongkan ke dalam kawasan Eropa, yakni Eropa Timur

2 komentar:

Halaman