Timur Tengah merupakan kawasan yang sangat kaya sumber daya alam, khususnya minyak. Timur Tengah dinamakan juga oleh beberapa ahli sebagai heartland karena merupakan kawasan yang mempunyai kandungan sumber daya alam dan mineral yang melimpah. Di kawasan ini tersimpan 742.7 miliar barel minyak bumi atau 61,9 persen dari total kandungan minyak dunia dan 72,13 triliun meter kubik gas alam atau 40,1 persen dari total kandungan gas alam di muka bumi.
Sungai Nil yang terletak di kawasan Timur Tengah memiliki peranan yang sangat penting, diantaranya digunakan sebagai sumber air, irigasi, dan sumber pembangkit listrik terutama di negara Mesir. Sedangkan Sungai Efrat dan Sungai Tigris merupakan sumber penghidupan yang utama pada beberapa daerah di sekitar Iraq, Syria, dan Turki.
Daerah Timur Tengah secara umum beriklim kering (arid) dengan hujan dan suhu yang sangat bervariasi di seluruh kawasan. Ankara yang terletak di daerah dataran tinggi Turki pada bulan juli bersuhu 0o Celcius, namun secara kontras mengalami kenaikan suhu sampai 23o Celcius pada bulan Juli. Sedangkan di daerah lain di Arab Saudi, Jeddah yang pada bulan Januari bersuhu 24o Celcius, pada bulan Juli mengalami suhu yang signifikan hingga 89o Celcius.
Dari segi strategis Timur Tengah adalah kawasan yang sangat penting di dunia. Pertama, secara geo-politik, kawasan Timur Tengah terletak pada pertemuan Eropa, Asia, Afrika sehingga kawasan ini merupakan pintu masuk utama ke ketiga benua tersebut. Timur Tengah juga berbatasan dengan laut Tengah, lautMerah, lautHitam, laut Kaspia, TelukParsi, dan Samudera Hindia. Di kawasan ini juga terdapat jalur- jalur perairan yang strategis, yaitu: Selat Bosphorus, Selat Dardanella, Terusan Suez, Selat el-Mandeb, dan Selat Hormuz.
Kedua, kandungan kekayaan alam, terutama minyak. Penemuan minyak di daerah Timur Tengah pasca perang dingin, menambah nilai strategis kawasan ini. Sebab, minyak adalah sumber energi utama bagi industri dunia, terutama Barat, yang belum bisa digantikan oleh sumber energi lainnya. Lebih dari 60% cadangan minyak dunia ada di Timur Tengah. Apalagi, biaya eksploitasi minyak di Timur Tengah sangat rendah karena sangat berlimpah. Hal tersebut menyebabkan Timur Tengah memegang peranan sangat menentukan dalam kelangsungan politik dan ekonomi internasional.Negara-negara di Timur Tengah juga, berkat kekayaan yang diperoleh dari hasil minyak, telah menjadi negara-negarapengimpor senjata dari Timur maupun dariBarat. Kawasan ini sangat menarik bagi negara-negara pengekspor senjata yang dengan mudah dapat memperoleh devisa secara sangat menguntungkan lewat lalu lintasperdagangan senjata mereka.
Ketiga, faktor ideologi. Timur Tengah merupakan tempat lahirnya agama-agama besar dunia (Yahudi,Nasrani,Islam). Pada masa lampau, persoalan agama ini bisa menjadi sumber konflik lewat intervensi asing. Prancis, misalnya, sering mengklaim sebagai pembela gereja Kristen latin dan Maronit untuk menguasai Suriah dan Lebanon. Rusia selalu membela gereja-gereja Kristen Ortodok. Pada masa sekarang, dari kawasan ini muncul gerakan-gerakan Islam ideologis yang menentang penjajahan kolonialis Barat. Potensi kekuatan ideologi Islam yang besar di daerah ini mengkhawatirkan penjajah Barat. Bisa disebut, gerakan-gerakan Islam pasca keruntuhan Khilafah Islam muncul dari kawasan ini.
Posisi Timur Tengah yang strategis telah membuat daerah ini menjadi daerah rebutan kekuatan-kekuatan politik dunia dan imperialism negara-negara Barat. Tidak aneh jika wilayah ini terus-menerus ada konflik. Dibalik kemajuannya banyak terdapat faktor yang membatasi kekuatan mereka itu. Timur Tengah bukanlah suatu kesatuan yang bulat.Melainkan terdiri atas banyak negara yang kerap kali berselisih satu sama lain dan saling bersaing. Salah satu cara untuk menanganinya adalah dibentuknya organisasi yang terdiri dari negara-negara Arab untuk melindungi wilayah masing- masing dan mempererat kerjasama ekonomi dan budaya, seperti dibentuknya Liga Arab (League of Arab States).