Sungai adalah salah satu sumber kehidupan di bumi. Coba bayangkan jika tidak ada sungai, kemana air akan mengalir?

Air selalu mencari tempat yang rendah. Mengikis alur darat yang dilaluinya lalu berkumpul menjadi sungai. Sungai mengalir dari hulu ke hilir. Mengalir dari tempat tinggi seperti gunung dan bukit. Berakhir di tempat rendah dan berkumpul di danau atau laut.

Sebuah sungai dapat melalui berbagai tempat bahkan melewati batas daerah, misalnya Sungai Ciliwung yang berhulu di Propinsi Jabar dan berakhir di pantai utara Jakarta. Bahkan ada sungai yang melewati batas negara. Sungai Nil dimulai dari Gunung Kilimanjaro di Afrika Timur dan bermuara di Laut Tengah dan melewati batas 4 negara yaitu Uganda, Sudan, Ethiopia dan Mesir.



Macam-macam Sungai Berdasarkan Sumber Airnya
Berdasarkan sumber airnya, sungai terbagi 3 yaitu :
1. Sungai hujan. Sumber airnya berasal dari air hujan atau mata air. Umumnya sungai di Indonesia tergolong sungai ini.

2. Sungai gletser, adalah sungai yang memiliki sumber air dari gletser atau es yang mencair.

3. Sungai campuran. Sungai jenis ini airnya terdiri dari dua sumber. Dari air hujan dan dari gletser. contoh sungai digul dan sungai mamberamo di papua.



Macam–macam Sungai Berdasarkan Debit Airnya
Berdasarkan debit air yang dimilikinya, sungai dapat digolongkan menjadi :

1. Sungai permanen.
Sungai ini memiliki debit air sepanjang tahun relatif tidak berubah banyak. Contohnya Sungai Mahakam di Kalimantan.

2. Sungai periodik.
Pada musim kemarau, debit air sungai ini mengalami penurunan dibandingkan pada musim penghujan. Contohnya Bengawan Solo.

3. Sungai episodik.
Sungai–sungai di Nusa Tenggara umumnya termasuk jenis sungai episodik. Sungai ini kering di musim kemarau dan berair banyak di musim penghujan.

4. Sungai ephemeral.
Sungai ini mirip dengan sungai episodik, hanya saja pada musim penghujan belum tentu memiliki air banyak.



Macam – macam Sungai Berdasarkan Umur
Berdasarkan tahapan pembentukan atau umur, sungai terbagi 3 yaitu :

1. Sungai muda.
Terletak di daerah hulu. Dicirikan dinding terjal di bagian tepi dan penampang kecil.

2. Sungai dewasa.
Memasuki tahap dewasa, keterjalan sungai berkurang. Demikian pula dengan daya erosi dan kecepatan alirannya. Mulai terjadi pengendapan di beberapa bagian.

3. Sungai tua
Penampang sungai melebar dengan daerah limpahan banjir pada sisi sungai. Banyak terjadi pengendapan material yang dibawanya.