Tampilkan postingan dengan label G-Terapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label G-Terapan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2016

Vitamin D Tingkatkan Fungsi Jantung

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa dosis harian vitamin D3 secara signifikan dapat meningkatkan fungsi jantung bagi orang dengan gagal jantung kronis.

Vitamin D Tingkatkan Fungsi JantungIkan salmon, salah satu sumber makanan yang mengandung vitamin D (Thinkstockphotos)
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa dosis harian vitamin D3 secara signifikan dapat meningkatkan fungsi jantung bagi orang dengan gagal jantung kronis. (Baca : Vitamin D Hambat Kanker Prostat?)
Lebih dari 160 pasien gagal jantung berpartisipasi dalam studi lima tahun di Universitas Leeds School of Medicine. Mereka menggunakan perawatan seperti beta blockers, ACE inhibitor dan alat pacu jantung. Satu kelompok pasien mengonsumsi tablet vitamin D setiap hari selama satu tahun, dan kelompok kedua mengambil plasebo. Para anggota kelompok vitamin D merasakan fungsi memompa jantung mereka meningkat dari 26 persen menjadi 34 persen.
Dr Klaus Witte dosen senior di bidang kardiologi di universitas sekaligus pemimpin penelitian ini, mengatakan temuan ini dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam perawatan pasien gagal jantung.
"Ini adalah bukti pertama bahwa vitamin D3 dapat meningkatkan fungsi jantung orang dengan kelemahan otot jantung yang dikenal sebagai gagal jantung," kata Witte.
Hasil penelitian ini memberikan harapan bahwa dosis harian vitamin D dapat mengurangi kebutuhan pasien gagal jantung, yang harus dilengkapi dengan implan cardioverter defibrillator (ICD). ICD adalah perangkat mahal yang dapat mendeteksi irama jantung yang tidak teratur dan mengembalikan detak jantung ke irama normal.
Ada sekitar 23 juta orang di seluruh dunia dengan gagal jantung. Gagal jantung dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia, tetapi lebih sering terjadi pada orang tua. Lebih dari setengah dari semua orang dengan gagal jantung berusia 75 tahun atau lebih tua.
(Baca pula : Kekurangan Vitamin D Bisa Sebabkan Kerusakan Otak)
Penelitian ini dipresentasikan pada American College of Sesi Ilmiah Tahunan ke-65 Kardiologi dan Expo di Chicago.
(K.N Rosandrani / voanews.com)

Jumat, 13 Mei 2016

Mengenal Lima Zat Paling Beracun di Dunia

Tahukah Anda apa lima zat paling beracun di dunia? Jawabannya tentu bukan sianida.

Mengenal Lima Zat Paling Beracun di DuniaIlustrasi (Thinkstock)
Tahukah Anda apa lima zat paling beracun di dunia? Jawabannya tentu bukan sianida. (Baca : Mengenal Sianida, Racun Pembunuh dalam 15 Menit)
1. Botulinum toxins
Zat ini cukup sering digunakan dalam dunia kosmetik termasuk untuk suntikan botox. Padahal keluarga zat botulinum sendiri dikenal mengandung racun yang sangat berbahaya untuk manusia. Sebuah studi menunjukkan bahwa injeksi botulinum toxins ke tikus bisa menyebabkan kelumpuhan organ gerak selama satu bulan.
2. Racun ular
Sebagian besar racun ular terbuat dari campuran protein yang bisa meracuni manusia dengan sangat cepat. Banyak ular yang memiliki racun dengan reaksi sangat cepat sehingga orang yang digigit sebagian besar akan mati sebelum sempat mencari pertolongan.
(Baca pula : 10 Racun Paling Mematikan yang Pernah Digunakan untuk Membunuh Manusia)
3. Arsenik
Arsenik adalah salah satu zat yang dianggap paling berbahaya untuk manusia dan selalu masuk dalam daftar zat paling mematikan. Sayangnya, terkadang orang yang terpapar arsenik tidak diketahui dengan cepat sehingga berdampak fatal.
4. Polonium-210
Zat polonium-210 sangat berbahaya walau dalam jumlah yang sangat sedikit. Kurang dari satu per satu milyar gram saja bisa membunuh kita. Zat polonium bisa mengeluarkan radiasi yang membuat DNA teriris dan sel mati.
(Baca juga : Celah Peredaran Racun di Jakarta)
5. Merkuri
Merkuri adalah zat yang dianggap cukup berbahaya. Walau beracun, efek buruk merkuri masih harus diteliti lebih lanjut. Setiap jenis merkuri memiliki dampak berbeda untuk tubuh. Pernah ada orang yang mencoba bunuh diri dengan menyuntukkan merkuri cair ke tubuhnya namun ia tidak mati. Merkuri itu hanya menyebar di tubuhnya namun ia berhasil bertahan hidup.
(Lila Nathania / Iflscience via Intisari-Online.com)

Rabu, 08 Agustus 2012

Gedung di Jakarta Harus Hemat Energi



Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan regulasi penerapan konsep hemat energi dan ramah lingkungan dalam bangunan gedung. Hal ini sekaligus untuk menghemat biaya operasional gedung.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memaparkan hal itu dalam sambutan tertulisnya, pada konferensi efisiensi energi nasional, Senin (11/6/2012) di Jakarta.

Dengan berlakunya Peraturan Gubernur Nomor 38 Tahun 2012 tentang bangunan gedung hijau, Jakarta merupakan salah satu kota metropolitan pertama di dunia yang menetapkan peraturan daerah tentang bangunan gedung hijau.

Dalam peraturan gubernur ini, dimensi dan fungsi bangunan harus dipandang dari berbagai aspek di antaranya fungsi hunian, fungsi usaha, fungsi sosial dan budaya. Konsepsi hemat energi dan ramah lingkungan yang merupakan warna dasar dari bangunan gedung hijau memiliki korelasi dengan penghematan biaya operasional gedung.

Biaya operasional gedung cenderung meningkat dan makin mahal dari tahun ke tahun. Dengan menerapkan konsep itu, diharapkan ikut menghemat biaya operasional dalam pengelolaan gedung-gedung komersial maupun gedung-gedung kantor lainnya.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta Wiriyatmoko menjelaskan, aturan itu saat ini telah diimplementasikan untuk bangunan baru. Sementara untuk gedung yang sudah ada, penerapan konsep hemat energi dan ramah lingkungan akan dilaksanakan secara bertahap.

"Untuk menerapkan konsep hijau ini butuh biaya miliaran rupiah. Jadi, ini akan dilakukan bertahap," ujarnya.

Menurut Fauzi Bowo, sebagai kota besar, Jakarta harus dipersiapkan dengan baik untuk menyediakan sarana dan prasarana kota, fasilitas dan utilitas kota yang mutunya setara dengan standar dunia. Namun besarnya jumlah penduduk mengakibatkan tekanan sangat besar pada daya dukung lingkungan.

Hampir 70 persen lahan kota Jakarta terisi bangunan fisik dalam bentuk pemukiman, perkantoran, dan sarana-prasarana kota. Kondisi ini rawan terhadap terjadinya pencemaran lingkungan kota.

Dari aspek topografi, Jakarta merupakan kota delta, yang 40 persen wilayahnya berada di bawah permukaan air laut pasang, serta dilintasi 13 sungai besar, yang semuanya bermuara di pantai utara kota Jakarta. Akibatnya, Jakarta rawan banjir dengan segala dampaknya terhadap lingkungan hidup dan ekosistem kota.

Sumber: www.kompas.co.id

Senin, 28 Mei 2012

Metode Geolistrik Tahanan Jenis

Geolistrik merupakan alat yang dapat diterapkan untuk beberapa metode geofisika, di mana prinsip kerja metode tersebut adalah mempelajari aliran listrik di dalam bawah permukaan bumi dan cara mendeteksinya di permukaan bumi. Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial, arus, dan medan elektromagnetik yang terjadi baik secara alamiah maupun akibat injeksi arus ke dalam bumi (buatan). Metode geofisika tersebut di antaranya adalah metode potensial diri, metode arus telurik, magnetotelurik, elektromagnetik, IP (InducedPolarization), dan resistivitas (tahanan jenis).

Dari sekian banyak metode geofisika yang diterapkan dalam geolistrik, metode tahanan jenis adalah metode yang paling sering di gunakan. Metode ini pada prinsipnya bekerja dengan menginjeksikan arus listrik ke dalam bumi melalui dua elektroda arus sehingga menimbulkan beda potensial. Dan beda potensial yang terjadi diukur melalui dua elektroda potensial. Hasil pengukuran arus dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda yang berbeda dapat digunakan untuk menurunkan variasi harga tahanan jenis lapisan dibawah titik ukur (sounding point). Arus yang dialirkan di dalam tanah dapat berupa arus searah (DC) atau arus bolak-balik (AC) berfrekuensi rendah. Metode ini lebih efektif dan cocok digunakan untuk eksplorasi yang sifatnya dangkal. Oleh karena itu metode ini jarang digunakan untuk eksplorasi minyak tetapi lebih banyak di gunakan dalam bidang engineering geology seperti penentuan kedalaman basement (batuan dasar), pencarian reservoir (tandon) air, dan eksplorasi geothermal (panas bumi). Berdasarkan letak (konfigurasi) elektroda-elektroda arus dan potensialnya, dikenal beberapa jenis metode geolistrik tahanan jenis, antara lain metode Schlumberger, metode Wenner dan metode Dipole Sounding.


Gambar: Prinsip kerja Metode Resistivitas


Sumber: Yulianingrum, Dita. 2011. Skripsi: Pemetaan Resistivitas Area Rawan Longsor dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner (Studi Kasus di Desa Joho Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung). Malang: Universitas Negeri Malang.

Sabtu, 03 Maret 2012

Klasifikasi Gerakan Tanah

Pada suatu kelerengan tidak akan terjadi gerakan tanah hanya oleh satu faktor saja. Hampir seluruh gerakan tanah terjadi oleh karena penyebab yang kompleks. Sepanjang waktu lereng yang curam itu ada, gaya gravitasi secara terus menerus menariknya ke bawah, dan air selalu meresap ke dalam tanah, tetapi tidak terjadi gerakan tanah pada lereng tersebut. Kemudian datanglah faktor pemicu gerakan tanah, misal hujan yang lebat, dan terjadilah gerakan tanah. Pemicu gerakan tanah yang lain adalah gempabumi atau hujan lebat dan semakin umum adalah akibat ulah manusia (Dwikorita, 2003)
Ada dua faktor penting di dalam menentukan tipe-tipe gerakan tanah, yaitu: kecepatan gerakannya dan kandungan air di dalam materi yang mengalami gerakan tanah.

Tanah Longsor
Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak dari tempat yang tinggi ketempat yang lebih rendah. Proses terjadinya tanah longsor sebagai berikut: air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng. (Arifah, 2009)
Longsoran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu longsoran rotasional dan longsoran planar/translational. Longsoran rotasional inilah yang umum dijumpai, longsoran bergerak melalui bidang rotasional yang sumbunya sejajar dengan lereng batuan. Pada keadaan tidak terjadi longsor (gambar 2.1.a), maka akan terjadi keseimbangan antara driving force terhadap resisting force. Jika driving force lebih besar dari resisting force maka terjadilah longsor dan bila longsor terjadi, maka bagian kepala (head of slide pada gambar 2.1.b) akan turun dan pada bagian toe akan terangkat (gambar 2.1.b). Setelah terjadi longsor pada kepala terbentuk cekungan, air terakumulasi padanya dan air tersebut meresap ke dalamnya sehingga kepala menjadi tidak stabil. Di samping itu, di atas kepala longsoran meninggalkan tebing yang lebih curam dibanding sebelum longsor dan hal inilah yang menyebabkan longsoran berulang kembali di tempat yang sama. (Subagyo, 2003)


Gambar 2.1. Analisis Stabilitas Lereng Pada Longsoran Rotasional (a)Sebelum Terjadi Longsor (b) Setelah Terjadi Longsor

Longsoran translasional terjadi pada bidang yang lemah seperti bidang sesar/patahan, bidang kekar, lapisan yang kaya akan lempung, atau terjadi pada batuan keras berada di atas batuan yang lunak.
1. Longsoran Translasi



Longsoran translasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai. (ESDM)

2. Longsoran Rotasi



Longsoran rotasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung. Jenis longsoran translasi dan rotasi paling banyak terjadi di Indonesia.

Sumber: Yulianingrum, Dita. 2011. Skripsi: Pemetaan Resistivitas Area Rawan Longsor dengan Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner (Studi Kasus di Desa Joho Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung). Malang: Universitas Negeri Malang.

Jumat, 02 Desember 2011

PREDIKSI LAJU EROSI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL WATER EROSION PREDICTION PROJECT DI SUB DAS JUNGGO HULU KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU

PREDIKSI LAJU EROSI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL WATER EROSION PREDICTION PROJECT DI SUB DAS JUNGGO HULU KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU

Oleh:
Ichwan Dwi Pratomo, Drs. Didik Taryana, M.Si, Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si.

Abstrak
Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, maka akan mendorong peningkatan kebutuhan hidup, baik secara kualitas maupun kuantitas. Tuntutan pemenuhan kebutuhan manusia tersebut selanjutnya menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan lahan untuk tempat tinggal maupun kegiatan pertanian. Pembukaan lahan baru berlangsung secara berlebihan, sehingga mempercepat proses erosi. Kerugian akibat erosi berdampak sangat luas, karena tidak hanya menyebabkan kerusakan di daerah hulu saja, tetapi juga di daerah yang dialiri aliran endapan (daerah tengah), dan di bagian hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub DAS Junggo hulu yang terbagi ke dalam dua unit lahan, memiliki nilai total sedimen terangkut yang bervariasi, dimana pada unit lahan AKK 26-45% berdasarkan hasil pengukuran pertama berturut-turut sampai pada pengukuran keempat adalah sebagai berikut: (1) pengangkutan sedimen sebesar 7,461677 kg/dt, (2) pengendapan sedimen sebesar -0,69208502 kg/dt (3) pengendapan sedimen sebesar -3,08392743 kg/dt, dan (4) pengendapan sedimen sebesar -0,82869316 kg/dt. Sedangkan total sedimen terangkut di unit lahan AKK 16-25% pada pengukuran pertama berturut-turut sampai pada pengukuran keempat adalah sebagai berikut: (1) pengangkutan sedimen sebesar 10,55165627 kg/dt, (2) pengangkutan sedimen sebesar 1,86448370 kg/dt (3) pengendapan sedimen sebesar -1,13330122 kg/dt, dan (4) pengangkutan sedimen sebesar 0,71693563 kg/dt.

Kata Kunci: erosi, sedimen, Model WEPP


PENDAHULUAN
Sebagai makhluk hidup, manusia senantiasa membutuhkan alat pemenuhan kebutuhan untuk menunjang kehidupannya. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Kemudian sejalan dengan berkembanganya peradaban manusia serta pertumbahan penduduk dunia yang meningkat begitu pesat, alat pemenuhan kebutuhan manusia menjadi semakin sulit diperoleh, sehingga manusia selalu mencari cara agar semua kebutuhannya terpenuhi dengan memaksimalkan sumber daya alam yang ada.
Sejalan dengan upaya pemenuhan kebutuhan hidup manusia tersebut, maka manusia akan memanfaatkan segala sumber daya alam yang ada untuk kebutuhan pemukiman maupun untuk lahan pertanian. Dengan keadaan yang seperti ini, maka dimungkinkan manusia akan merusak keseimbangan alam, khususnya keseimbangan air dan lahan yang batas kemampuannya sudah terlampaui. Pada akhirnya ketidakseimbangan lingkungan ini dapat mengakibatkan dampak negatif yang besar, seperti terjadinya banjir dan tanah longsor.
Pendugaan erosi pada suatu lahan dapat dilakukan dengan beberapa model. Salah satu metode pendugaan erosi yang saat ini populer dari kelompok pengembangan model deterministik adalah WEPP (Water Erosion Prediction Project). Model WEPP memiliki berbagai keunggulan, antara lain bahwa nisbah kehilangan tanah dapat ditaksir secara spasial sepanjang profil (lahan) dan juga dapat menaksir besarnya sedimen yang terangkut. Selain itu limpasan permukaan dan sedimen dapat diduga tiap terjadinya hujan, sehingga bisa menghasilkan analisa sementara yang mendetail beserta penyebarannya.
Sub DAS Junggo termasuk ke dalam DAS Sumber Brantas dan merupakan daerah yang memiliki fisiografi berbukit dan bergunung-gunung yang sebagian besar kemiringan lerengnya lebih dari 30% dengan luas lahan 6.419,75 Ha, yang berupa hutan seluas 716,25 Ha, semak belukar seluas 361,25 Ha, tegal dan kebun 4.647 Ha, dan sawah sebesar 1.056 Ha. Satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah bahwa penggunaan lahan tegalan dan kebun yang berasal dari alih fungsi hutan secara ilegal oleh penduduk sekitarnya seluas 3.934 Ha. Alih fungsi hutan menjadi lahan tanaman sayuran akan menyebabkan laju erosi semakin meningkat. Berdasarkan permasalahan tersebut diatas perlu diadakan penelitian untuk mengetahui besarnya laju erosi dengan judul ”Prediksi Laju Erosi dengan Menggunakan Model Water Erossion Prediction Project (WEPP) di Sub DAS Junggo Hulu Kecamatan Bumiaji Kota Batu”.




(....jurnal selengkapnya dapat di download pada link berikut ini........)
DOWNLOAD!!!

Pembagian Klas Erosi Menurut Land System

Pembagian Klas Erosi Menurut Land System

1. Sistem lahan tererosi (eroded land system)

2. Sistem lahan yang mengandung bahaya erosi amat sangat tinggi (extremely severe erosion hazard)

3. Sistem lahan yang mengandung bahaya erosi amat tinggi (very severeerosion hazard)

4. Sistem lahan yang mengandung bahaya erosi sangat tinggi (severe erosion hazard)

5. Sistem lahan yang mengandung bahaya erosi sedang (moderately severe erosion hazard)

6. Sistem lahan yang mengandung bahaya erosi ringan (slight erosion hazard)



Macam – macam Gerakan Tanah

Gerakan tanah adalah perpindahan masa tanah atau batuan yang bergerak dari atas ke bawah disepanjang lereng atau keluar dari lereng. Jenis gerakan tanah dapat dikelompokkan kedalam 5 jenis yaitu :

1. Jatuhan massa tanah dan atau batuan adalah perpindahan masa tanah dan atau batuan ke ketinggian yang lebih rendah tanpa melalui bidang gelincir karena pengaruh gaya tarik bumi.

2. Longsoran masa tanah atau batuan adalah perpindahan masa tanah dan atau batuan melalui bidang gelincir yang pergerakannya dipengaruhi gaya tarik bumi

3. Aliran tanah adalah perpindahan campuran masa tanah dengan air yang bergerak mengalir sesuai dengan arah kemiringan lereng

4. Amblesan adalah penurunan permukaan tanah secara tegak karena adanya pengosongan rongga di dalam tanah akibat dari pemadatan normal tanah dan atau batuan, pengambilan airtanah secara berlebihan. Larian air karena struktur geologi, kebocoran atau retak bagian dasar, penggalian tanah atau batuan, dan bahan galian logam.

5. Tanah mengembang adalah perubahan atau pergerakan masa tanah sebagai akibat sifat-sifat tanah atau batuan itu sendiri yang mengembang apabila jenuh air dan mengkerut apabila kering.

Sabtu, 10 September 2011

Mengapa 1 menit = 60 detik?

Bilangan 60 digunakan untuk menyatakan waktu, sejam 60 menit, semenit 60 detik. Bilangan 60 ini digunakan pertama kali oleh bangsa Sumeria, jadi mereka berhitung dengan basis 60 atau disebut juga Sexagesimal.

Alasan kenapa digunakan bilangan 60 adalah bilangan ini bilangan terkecil yang bisa dibagi oleh enam angka pertama yaitu: 1,2,3,4,5,6.

Jadi dengan mudah kita bisa terbayang: 1/2 jam = 30 mnt, 1/3 jam = 20 menit, 1/4 jam = 15 menit, dst. Bayangkan kalau satu jam = 100 menit, berarti 1/3 jam = 33,333 mnt??? Kalo kata orang, itu ngga bunyi …

Kalo kata matematisnya, 60 itu highly composite number, atau bilangan yang angka pembaginya/faktornya banyak, yaitu 1,2,3,4,5,6,10,12,15,20,30,60.


Detik

Detik atau sekon adalah satuan waktu dalam SI (Sistem Internasional, lihat unit SI) yang didefinisikan sebagai durasi selama 9.192.631.770 kali periode radiasi yang berkaitan dengan transisi dari dua tingkat hyperfine dalam keadaan ground state dari atom cesium-133 pada suhu nol kelvin.

Dalam penggunaan yang paling umum, satu detik adalah 1/60 dari satu menit, dan 1/3600 dari satu jam.

Sejarahnya

Pada awalnya, istilah second dalam bahasa Inggris dikenal sebagai "second minute" (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari satu jam. Bagian yang pertama dikenal sebagai "prime minute" (menit perdana) yang sama dengan menit seperti yang dikenal sekarang.

Besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu, ada 60 menit di dalam satu jam dan ada 60 detik di dalam satu menit.Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh orang-orang Babylonia, yang menggunakan hitungan sistem berdasarkan sexagesimal (basis 60).

Istilah jam sendiri sudah ditemukan oleh orang-orang Mesir dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari mean hari matahari. Ini membuat detik sebagai 1/86.400 dari mean hari matahari.

Di tahun 1956, International Committee for Weights and Measures (CIPM), dibawah mandat yang diberikan oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM) ke sepuluh di tahun 1954, menjabarkan detik dalam periode putaran bumi disekeliling matahari di saat epoch, karena pada saat itu telah disadari bahwa putaran bumi di sumbunya tidak cukup seragam untuk digunakan sebagai standar waktu.

Gerakan bumi itu digambarkan di Newcomb's Tables of the Sun (Daftar matahari Newcomb), yang mana memberikan rumusan untuk gerakan matahari pada epoch di tahun 1900 berdasarkan observasi astronomi dibuat selama abad ke-18 dan 19.

Dengan demikian detik didefinisikan sebagai 1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari 1900 jam 12 waktu ephemeris. Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weights and Measures ke sebelas di tahun 1960.

Referensi ke tahun 1900 bukan berarti ini adalah epoch dari mean hari matahari yang berisikan 86.400 detik. Melainkan ini adalah epoch dari tahun tropis yang berisi 31.556.925,9747 detik dari Waktu Ephemeris.

Waktu Ephemeris (Ephemeris Time - ET) telah didefinisikan sebagai ukuran waktu yang memberikan posisi obyek angkasa yang terlihat sesuai dengan teori gerakan dinamis Newton.

Dengan dibuatnya jam atom, maka ditentukanlah penggunaan jam atom sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran bumi.

Dari hasil kerja beberapa tahun, dua astronomer di United States Naval Observatory (USNO) dan dua astronomer di National Physical Laboratory (Teddington, England) menentukan hubungan dari hyperfine transition frequency atom caesium dan detik ephemeris.

Dengan menggunakan metode pengukuran common-view berdasarkan sinyal yang diterima dari stasiun radio WWV, mereka menentukan bahwa gerakan orbital bulan disekeliling bumi, yang dari mana gerakan jelas matahari bisa diterka, di dalam satuan waktu jam atom.Sebagai hasilnya, di tahun 1967, General Conference on Weights and Measures mendefinisikan detik dari waktu atom dalam International System of Units (SI) sebagai

Durasi sepanjang 9.192.631.770 periode dari radiasi sehubungan dengan transisi antara dua hyperfine level dari ground state dari atom caesium-133.

Ground state didefinisikan di ketidak-adaan (nol) medan magnet. Detik yang didefinisikan tersebut adalah sama dengan detik ephemeris. Definisi detik yang selanjutnya adalah disempurnakan di pertemuan BIPM untuk menyertakan kalimat Definisi ini mengacu pada atom caesium yang diam pada temperatur 0 K. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa realisasi detik dengan ketepatan tinggi harus mengkompensasi efek dari radiasi sekelilingnya untuk mencoba mengextrapolasikan ke harga detik seperti yang disebutkan di atas.

Setiap orang wajib tahu waktu, oleh karena itu mari kita pelajari konversi atau perubahan waktu berikut ini :

1 Detik = Sama Dengan Seper 60 Menit (1/60 Detik)
1 Menit = Sama Dengan 60 Detik
1 Jam = Sama Dengan 60 Menit
1 Jam = Sama Dengan 3.600 Detik
1 Hari = Sama Dengan 24 Jam
1 Hari = Sama Dengan 1.440 Menit
1 Hari = Sama Dengan 86.400 Detik
1 Minggu = Sama Dengan 7 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 28 Sampai 31 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 4 Minggu
1 Caturwulan Atau Cawu = Sama Dengan 4 Bulan
1 Semester = Sama Dengan 6 Bulan
1 Tahun = 365 Sama Dengan Hingga 366 Hari
1 Tahun = Sama Dengan 12 Bulan
1 Dasawarsa = Sama Dengan 10 Tahun
1 Abad = Sama Dengan 100 Tahun

Sumber: http://forum.kompas.com/sains/40528-sejarah-mengapa-1-menit-%3D-60-detik.html

Kamis, 28 Juli 2011

GeoWEPP

GeoWEPP (Water Erosion Prediction Project) adalah suatu model penyesuaian proses, berdasarkan pada ilmu erosi dan hidrologi modern, dirancang untuk menggantikan USLE (Universal Soil Loss Equation) untuk pendugaan secara berkala erosi tanah dengan mengatur konservasi tanah dan air serta perencanaan dan penilaian lingkungan (Morgan, 1995 dalam Yupi 2008).
Menurut Laflen et al., 1991; Lane dan Nearing, 1989 dalam Troeh et al., 2004, GeoWEPP merupakan model buatan Amerika pertama yang dikembangkan untuk memprediksi erosi pada skala luas yang tidak didasari oleh teknologi USLE. WEPP merupakan model physical based yang didasari oleh proses dan simulasi harian. Sedangkan pengertian WEPP (Water Erosion Prediction Project) menurut Morgan dan Nearing adalah suatu model penyesuian proses, berdasarkan pada ilmu erosi dan hidrologi modern, dirancang untuk menggantikan USLE untuk pendugaan secara berkala erosi tanah dengan mengukur konservasi tanah dan air serta perencanaan dan penilaian lingkungan.
Hingga saat ini aplikasi GeoWEPP telah berkembang dengan pesat dan semakin baik. Release terbaru aplikasi GeoWEPP yang dikeluarkan kementrian pertanian Amerika Serikat (United States Department of Agriculutre) pada tahun 2010 merupakan yang terbaik menurut penulis. Di dalam aplikasi GeoWEPP tersebut semua elemen yang berpengaruh terhadap erosi diperhitungkan secara detail, mulai dari bentuk lereng, data iklim harian, bentuk pengelolaan tanaman dan lain sebagainya. Berikut ini adalah screenshot dari aplikasi GeoWEPP yang digunakan oleh penulis.



Satu hal yang perlu diketahui adalah bahwa GeoWEPP tidak sama dengan WEPP pada pendugaan laju erosi sebagaimana telah dijelaskan pada artikel sebelumnya. Meskipun keduanya sama-sama bertujuan memprediksi besarnya laju erosi, namun terdapat perbedaan yang cukup mendasar. Perbedaan tersebut adalah bahwa GeoWEPP menghasilkan simulasi prediksi laju erosi harian dengan menitik beratkan pada data-data sekunder dan pengoperasiannya sangat bergantung pada perangkat komputer, sedangkan WEPP menghasilkan analisis prediksi laju erosi sementara/harian yang input datanya diperoleh secara langsung dari lapangan dan perhitungannya dilakukan secara manual (tidak tergantung pada perangkat elektronik). Berdasarkan pengalaman penelitian yang pernah dilakukan penulis pada saat penyusunan skripsi, penulis berpendapat bahwa WEPP lebih merupakan model prediksi laju erosi secara empiris yang hasilnya mendekati erosi faktual yang sebenarnya terjadi di lapangan, sedangkan GeoWEPP lebih merupakan bentuk simulasi erosi terprediksi dengan bantuan perangkat dan ilmu pengetahuan teknologi informasi yang berkembang pada saat ini, tentunya dengan keakuratan yang sedikit berbeda.
Bagi rekan-rekan yang ingin mendonwload aplikasi GeoWEPP tersebut dapat diperoleh dari situs resminya di alamat berikut http://www.ars.usda.gov atau pada media peyimpanan 4shared di alamat berikut http://www.4shared.com.
Terima kasih atas perhatian pembaca, mohon maaf bila ada kesalahan..........
There is no ivory with no crack :))

Selasa, 08 Februari 2011

PENENTUAN KLASIFIKASI IKLIM KOTA BATU MENURUT KOPPEN DAN SCHMIDT FERGUSSON

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Iklim dan cuaca di Indonesia dikerakteristikkan oleh adanya musim penghujan dan musim kemarau satu kali di daerah ekuator. Variasi ini disebabkan sirkulasi angin yang berasal dari ekuatorial dan sirkulasi angin yang berasal dari lintang tengah. Pergantian sirkulasi angin ini berkaitan erat dengan gerakan posisi matahari dari utara ke selatan dan dari selatan ke utara pada periode tertentu terhadap bumi serta Benua Asia dan Australia. Sirkulasi angin inilah yang disebut dengan Angin Muson Barat dan Angin Muson Timur yang bertiup setengah tahun bergantian. Selain itu, iklim Indonesia juga dipengaruhi lautan sangat luas yang mengelilinginya, sehingga secara ringkas Indonesia dikatakan beriklim Muson Laut Tropis.
Menurut pengklasifikasiannya, Koppen membagi Indonesia menjadi tiga daerah iklim yakni: Sumatera, Kalimantan, dan Jawa Barat beriklim Af. Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagian besar beriklim Am. Nusa Tenggara, Papua dan sekitarnya beriklim Aw. Semakin ke timur semakin kering. Sedangkan Schimdt dan Ferguson membedakan iklim di Indonesia berdasarkan perbandingan antara musim kemarau dengan musim penghujan pada suatu daerah (perbandingan rata-rata bulan kering dengan rata-rata bulan basah). Sehingga didapatkan 8 pengklasifikasian iklim. Semakin ke timur, periode musim kemarau semakin panjang. Perbedaan iklim di Indonesia inilah yang dapat mempengaruhi perbedaan agihan flora dan fauna serta aktivitas sehari-hari dari penduduknya. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, saya membuat laporan mengenai iklim di Kota Batu berdasarkan pengklasifikasian Koppen dan pengklasifikasian Schimdt dan Ferguson untuk mengetahui agihan flora dan fauna serta aktivitas penduduknya.

2. Rumusan Masalah
a. Bagaimana iklim di Kota Batu menurut pengklasifikasian Koppen?
b. Bagaimana iklim di Kota Batu menurut pengklasifikasian Schimdt dan Ferguson?
c. Bagaimana ciri-ciri daerah Kota Batu berdasarkan klasifikasi iklimnya?
d. Bagaimana agihan flora dan fauna, serta aktivitas penduduk di Kota Batu?

3. Tujuan
a. Mengidentifikasi iklim di Kota Batu menurut pengklasifikasian Koppen.
b. Mengidentifikasi iklim di Kota Batu menurut pengklasifikasian Schmidt dan Ferguson.
c. Mengidentifikasi ciri-ciri daerah Kota Batu berdasarkan klasifikasi iklimnya.
d. Mengidentifikasi agihan flora dan fauna, serta aktivitas penduduk yang ada di Kota Batu.



BAB II
DASAR TEORI

1. Klasifikasi Iklim
Cuaca dan iklim merupakan dua kondisi yang hampir sama tetapi beda pengertian khususnya terhadap kurun waktu. Cuaca merupakan bentuk awal yang dihubungkan dengan penafsiran dan pengertian akan kondisi fisik udara sesaat pada suatu lokasi dan suatu waktu, sedangkan iklim merupakan kondisi lanjutan dan merupakan kumpulan dari kondisi cuaca yang kemudian disusun dan dihitung dalam bentuk rata-rata kondisi cuaca dalam kurun waktu tertentu.
Proses terjadinya cuaca dan iklim merupakan kombinasi dari variabel-variabel atmosfer yang sama yang disebut unsur-unsur iklim, yakni:
a. Radiasi matahari
b. Suhu udara
c. Kelembaban udara
d. Curah hujan
e. Evaporasi
f. Tekanan udara
g. Angin
Unsur-unsur tersebut di atas berbeda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat yang disebabkan oleh adanya pengendali-pengendali iklim. Pengendali iklim atau faktor yang dominan menentukan perbedaan iklim antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain adalah:
a. Posisi relatif terhadap garis edar matahari (posisi lintang)
b. Keberadaan lautan atau permukaan airnya
c. Pola arah angin
d. Relief permukaan bumi
e. Kerapatan dan jenis vegetasi
Secara garis besar Indonesia memiliki jenis iklim muson laut tropis, hal ini dikarenakan Indonesia dilalui angin muson yang berhembus setiap 6 bulan sekali dan selalu berhanti arah. Selain itu Indonesia terletak pada lintang nol derajat yang terletak di garis Khatulistiwa sehingga beriklilm tropis serta wilayah Indonesia yang dikelilingi oleh lautan. Namun, iklim di Indonesia dapat dijelaskan lebih terperinci lagi sebagai berikut, angin yang berhembus di Indonesia ditentukan oleh angin yang berhembus dari Asia yang dinamakan angin musin barat laut yang bertiup bulan Oktober-April. Angin ini banyak mendatangkan hujan pada sebagian besar kepulauan di Indonesia, sehingga pada bulan Desember sampai Februari kita kenal sebagai musim hujan. Selama enam bulan berikutnya (Mei-September) benua Asia mengalami musim panas karena bertekanan minimum. Angin angin musim pada periode ini berasal dari daerah gurun yang merupakan angin kering. Bagi sebagian wilayah Indonesia angin ini tidak membawa hujan, karena itu pada saat ini dinamakan musim kemarau. Dalam musim ini bertiup angin musim Tenggara (di Jawa sering disebut angin musim Timur, karena faktor relief pulau). Daerah yang cukup mendapatkan curah hujan selama musim ini adalah bagian barat Indonesia, yaitu Sumatera, Kalimantan dan Jawa Barat.
Berdasarkan pembagian iklim di Indonesia menurut klasifikasi yang dibuat Koppen, maka daerah-daerah Sumatera, Kalimantan dan Jawa Barat beriklim Af. Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagian besar beriklim Am. Daerah ini mengalami musim kering selama bulan April-Oktober (Jawa Barat musim kemaraunya lebih pendek)dan makin ketimur, makin kering. Karena itu Nusa Tenggara, khususnya Nusa Tenggara Timur iklimnya makin kering. daerah-daerah ini beriklim Aw. Periode peralihan diantara kedua musim tersebut disebut pancaroba.
Iklim dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara, diantaranya dengan menggunakan cara klasifikasi Koeppen dan Schmidt- Ferguson. Wladimir Koeppen (1846-1940) membagi iklim dunia menjadi lima kelompok. Dasar klasifikasinya menggunakan data suhu dan curah hujan rata-rata bulanan dan tahunan. Vegetasi dipandang sebagai instrumen klimatologis, sehingga batas-batas tipe iklim sesuai dengan batas-batas vegetasi. Lima kelompok tersebut ditandai dengan huruf kapital, yaitu:
a. Golongan iklim A (tropical rainy climate = iklim hujan tropis tanpa musim dingin).
b. Golongan iklim B (dry climate = iklim kering).
c. Golongan iklim C (warm temperate rainy climate = iklim hujan lintang tengah menengah dengan musim dingin ringan).
d. Golongan iklim D (cold sowy forest climateI = klim hujan lintang menengah dengan musim dingin yang berat).
e. Golongan iklim E (polarclimate = iklim kutub tanpa musim hangat).
Iklim A, C, dan D disebut sebagai iklim basah dan mempunyai sehu dan curah hujan yang sesuai dengan syarat tumbuh pepohonan. Masing-masing kelompok iklim tersebut kemudian dibagi menjadi tipe-tipe iklim berdasarkan pada distribusi curah hujan musiman atau derajat kering atau derajat dingin.
Schmidt dan Ferguson (1951) menerima metode Mohr dalam menentukan bulan-bulan kering dan bulan basah, tetapi cara perhitungannya berbeda. Schmidt dan ferguson menghitung jumlah bulan-bulan kering dan bulan-bulan basah dari tiap-tiap tahun kemudian diambil rata-ratanya (bulan kering < 60 mm dan bulan basah > 100 mm). Untuk menentukan jenis-jenis iklimnya, Schmidt dan Ferguson menggunakan harga quotien Q yang didefinisikan sebagai:
Q=(jumlah rata-rata bulan-bulan kering)/(jumlah rata-rata bulan-bulan basah) x 100%
Tiap tahun pengamatan dihitung jumlah bulan-bulan kering dan bulan-bulan basah, kemudian baru dirata-ratakan selama periode pengamatan. Dari harga Q yang ditentukan pada persamaan diatas kemudian Schmidt dan Ferguson menentukan jenis iklimnya yang ditandai dari iklim A sampai iklim H, sebagai berikut:
A : 0 ≤ Q < 0,143 = sangat basah
B : 0,143 ≤ Q < 0,333 = basah
C : 0,333 ≤ Q < 0,600 = agak basah
D : 0,600 ≤ Q < 1,000 = sedang
E : 1,000 ≤ Q < 1,670 = agak kering
F : 1,670 ≤ Q < 3,000 = kering
G : 3,000 ≤ Q < 7,000 = sangat kering
H : 7,000 ≤ Q = luar biasa kering
Garis-garis batas antara jenis-jenis iklim tersebut terletak pada harga :
Q=(1,5 a)/(12-1,5 a)
Dimana : a = 1,2,3,......8

BAB III
PEMBAHASAN

1. Alat dan Bahan
a. Komputer/laptop
b. Ballpoint
c. Penggaris
d. Pengahapus/tipex
e. Data suhu dan curah hujan Kota Batu (1998-2007)
f. Foto lingkungan Kota Batu
g. Referensi yang relevan

2. Langkah Kerja
a. Menentukan daerah yang akan dihitung jenis iklimnya.
b. Mencari data suhu dan curah hujan daerah tersebut.
c. Menentukan jenis iklim menurut Koppen dengan menghitung curah hujan selama 10 tahun dan curah hujan bulan terkering.
d. Menentukan jenis iklim menurut Schmidt dan Fergusson dengan menghitung jumlah rata-rata bulan terkering dan jumlah rata-rata bulan basah.
e. Menggambar diagram Koppen dan menentukan jenis iklim Kota Batu.
f. Menggambar diagram Schmidt dan Fergusson kemudian menentukan jenis iklim Kota Batu.
g. Menggambar klimatograf berdasarkan curah hujan dan suhu.
h. Pengklasifikasian jenis iklim Kota Batu selesai.




3. Hasil
a. Koppen
Curah hujan selama 10 tahun = 17110
Curah hujan bulan terkering = 44

Diagram Koppen


Curah hujan tahunan (mm)
Diketahui suhu bulan terdingin= 230 C. Karena suhu bulan terdingin tersebut > 180 C, maka iklim di Kota Batu termasuk golongan iklim A. Dalam iklim A tersebut, masih dibedakan menjadi tiga kelompok, yakni Af, Aw, dan Am. Jadi ada dua kemungkinan, iklim di Kota Batu, termasuk kelompok Aw atau Am. Untuk menentukannya, digunakanlah rumus batas antara Aw dan Am, dan berdasarkan diagram Koppen diatas, maka iklim Kota Batu digolongkan ke dalam iklim Am.

b. Schmidt dan Ferguson
Diketahui bahwa rata-rata bulan kering selama 10 tahun= 44. Sedangkan rata-rata bulan basahnya= 59. Dengan rumus “Q”, maka diperoleh bahwa harga Q= 74,6%, atau 0,746. Dari perolehan angka tersebut, iklim di Kota Batu termasuk ke dalam kelompok iklim D (sedang), yakni “Q” terletak di antara 0,600 – 1,000.



Q = (jumlah rata-rata bulan-bulan kering)/(jumlah rata-rata bulan-bulan basah) x 100%
Q=44/59 x 100%
= 74,6 %
= 0,746

c. Ciri-ciri Kota Batu dilihat dari unsur-unsur iklim
Dari hasil pengklasifikasian di atas telah disebutkan bahwa Kota Batu beriklim Am (iklim muson dengan musim kering yang singkat) menurut klasifikasi Koppen serta beriklim D (sedang) menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson. Dari apa yang kita peroleh tersebut, maka kita dapat mengetahui ciri-ciri dari Kota Batu yang antara lain sbb:
1. Beriklim tropis sehingga mendapatkan sinar matahari yang cukup sepanjang tahun.
2. Curah hujan rata-rata lebih dari 70 mm/tahun. Curah hujan bulan terkering < 60 mm.
3. Suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 180 C.
4. Suhu udara rata-rata tinggi, rata-rata suhu tahunannya antara 25 - 310 C.
5. Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil, antara 1 – 50 C.


4. Pembahasan
Berdasarkan hasil dari pengklasifikasian iklim serta pengamatan langsung kota Batu, kondisi agihan flora, fauna dan mata pencaharian di sana dapat saya gambarkan sebagai berikut.
a. Agihan Flora di Kota Batu.
Flora di daerah beriklim tropis seperti daerah Kota Batu ini, sangat beragam jenisnya (heterogen). Hampir semua tumbuhan mampu hidup dan bertahan, karena daerah beriklim tropis mendapatkan penyinaran matahari dan curah hujan yang cukup sepanjang tahun. Flora yang paling mendominasi adalah tanaman-tanaman pertanian dan perkebunan, misalnya: padi, jagung, tebu, ketela pohon, palawija, sayur-sayuran, buah-buahan, dll, karena jenis tanaman tersebut digunakan untuk pemenuhan kebutuhan hidup penduduknya. Namun selain tanaman pertanian dan perkebunan, masih bisa pula ditemukan areal-areal hutan di sebagian wilayahnya. Misalnya hutan jati, sengon, hutan bambo, hutan pinus, dan hutan hujan tropis yang didominasi oleh tumbuhan berdaun lebar yang menghijau sepanjang tahun.

b. Agihan Fauna di Kota Batu.
Telah dijelaskan bahwa di daerah Kota Batu mempunyai flora yang sangat beragam jenisnya. Begitu pula dengan fauna yang ada, karena jenis fauna secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh keadaan flora di daerah tersebut. Fauna yang mendominasi adalah binatang-binatang ternak dan hewan peliharaan. Masih bisa ditemukan juga fauna-fauna liar, antara lain: ayam hutan, kera ekor panjang, kelelawar, beberapa jenis burung, dsb yang mendiami area-area hutan yang ada.

c. Aktivitas Penduduk di Kota Batu
Dilihat dari jenis tanaman yang mendominasi di Kota Batu, sektor pertanian lah yang paling banyak dikembangkan di daerah tersebut. Hal tersebut didukung oleh keadaan iklim dan keadaan tanah yang cocok untuk pengembangan tanaman pertanian. Data BPS menunjukkan 51,09 % penduduk Kota Batu bekerja sebagai tani dan 27,92% bekerja sebagai buruh tani. Sebagiannya lagi bekerja sebagai PNS, pedagang, pegawai swasta, dll.

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
a. Melalui perhitungan klasifikasi iklim Koppen maka kota Batu termasuk golongan iklim Am. Sedangkan dalam perhitungan klasifikasi Schmidt dan Ferguson maka kota Batu memiliki tipe curah hujan D, dengan karakteristik sedang. Pada daerah ini tanaman tropis tertentu yang peka tidak dapat tumbuh. Jadi wilayah ini merupakan kawasan tanaman magatrem yang memerlukan suhu yang tinggi secara terus-menerus dan hujan yang melimpah.
b. Ciri-ciri Kab. Kota Batu dilihat dari unsur-unsur iklim:
1.)Beriklim tropis sehingga mendapatkan sinar matahari yang cukup sepanjang tahun.
2.)Curah hujan rata-rata lebih dari 70 mm/tahun. Curah hujan bulan terkering < 60 mm.
3.)Suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 180 C.
4.)Suhu udara rata-rata tinggi, rata-rata suhu tahunannya antara 25 - 300 C.
5.)Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil, antara 1 – 50 C.
c. Flora yang paling mendominasi daerah Kota Batu adalah tanaman-tanaman pertanian dan perkebunan, misalnya: padi, jagung, tebu, ketela pohon, palawija, sayur-sayuran, buah-buahan, dll. Masih bisa pula ditemukan areal-areal hutan di sebagian wilayahnya. Misalnya hutan jati, hutan bambo, hutan pinus, dan hutan hujan tropis yang didominasi oleh tumbuhan berdaun lebar yang menghijau sepanjang tahun.
d. Fauna yang mendominasi daearah Kota Batu adalah binatang-binatang ternak dan hewan peliharaan. Masih bisa ditemukan juga fauna-fauna liar, antara lain: ayam hutan, kera ekor panjang, kelelawar, beberapa jenis burung, dsb yang mendiami area-area hutan yang ada.
e. Di daerah Kota Batu yang paling berkembang adalah sektor pertanian karena didukung oleh keadaan tanah dan iklimnya yang sesuai untuk pengembangan tanaman pertanian.

2.Saran
Dengan mengetahui klasifikasi iklim Kota Batu,maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Kota Batu memiliki iklim yang sedang menurut Schmidt dan Fergusson, sedangkan beriklim agak basah menurut Koppen. Oleh karena itu setelah kita mengetahui tipe iklim yang ada di Kota Batu, selanjutnya melalui hasil praktikum ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, khususnya pemerintah Kota Batu untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada untuk mensejahterakan penduduk Kota Batu sesuai dengan tipe iklim yang ada di tempat tersebut. Selain itu dengan mengetahui tipe iklim yang ada di tempat tersebut, dapat dimanfaatkan sebagai sarana deteksi dini potensi yang tersimpan di Kota Batu, maupun potensi bencana yang ada di kota tersebut. Terakhir, semoga penulisan laporan penentuan iklim Kota Batu ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

DAFTAR PUSTAKA
Slamet, Marhadi. 2005. Geografi Regional Indonesia. FMIPA UM: Malang.
Utomo, Dwiyono Hari. 2004. Bahan Ajar Meteorologi-Klimatologi Dalam Study Geografi (Buku I). FMIPA UM: Malang.


Sabtu, 29 Januari 2011

Jika Gunung Ini Meletus, 2/3 Amerika Hancur


Taman Nasional Yellowstone di negara bagian Wyoming, Montana, dan Idaho, Amerika Serikat berada tepat di bawah puncak salah satu gunung api terbesar di dunia, Yellowstone. Sebuah supervulkano atau gunung api super.

Para ahli mengkhawatirkan, gunung yang masih aktif ini bakal meletus. Apalagi, kaldera Yellowstone menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas sejak tahun 2004 lalu.

Apa yang terjadi jika Yellowstone meletus? Jawabannya, tragedi. Kekuatan erupsinya diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari letusan gunung St Helena pada tahun 1980.

Yellowstone akan memuntahkan lava ke langit, sementara abunya yang panas akan mematikan tanaman dan mengubur wilayah sekitarnya hingga radius 1.000 mil atau lebih dari 1.600 kilometer.

Tak hanya itu, dua per tiga wilayah Amerika Serikat bisa jadi tak bisa dihuni karena udara beracun yang berhembus dari kaldera. Ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan, jutaan orang menjadi pengungsi.

Ini adalah mimpi buruk yang diprediksi para ilmuwan, jika Yellowstone kembali meletus untuk kali pertamanya dalam 600.000 tahun. Berita buruknya, ini mungkin terjadi di masa depan.

Penelitian menunjukkan, kaldera Yellowstone telah meletus tiga kali dalam kurun waktu 2,1 juta tahun. Kekhawatiran para ahli bukannya tanpa dasar. Peningkatan terekam sejak tujuh tahun lalu. Juga, dalam tiga tahun terakhir, lantai gunung naik tiga inchi per tahun. Ini tingkat peningkatan tercepat sejak pencatatan yang dimulai tahun 1923.

Namun, kurangnya data tak memungkinkan para ilmuwan memprediksi kapan gunung super itu bakal meletus. Ahli vulkanologi dari University of Utah, Bob Smith mengatakan, pengangkatan itu luar biasa karena meliputi wilayah yang cukup luas.

Awalnya, tambah dia, para ilmuwan khawatir peningkatan itu bisa mengarah ke letusan. Untungnya, "kami melihat magma berada di kedalaman sepuluh kilometer, kami tidak begitu khawatir," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, Selasa 25 Januari 2011. Lain halnya jika magma berada di kedalaman dua atau tiga kilometer, para ahli bakal panik.


Sementara, Robert B. Smith, profesor geofisika di University of Utah, mengatakan, ruang magma gunung super itu terisi batu yang mencair.

"Tapi kita tidak tahu berapa lama proses ini berlangsung sebelum akhirnya terjadi letusan, atau sebaliknya aliran batu cair berhenti dan kaldera kembali rata."
Para ilmuwan yang memantau Yellowstone percaya, ruang penyimpanan magma atau reservoir yang membengkak di kedalaman enam mil di bawah tanah mungkin menyebabkan pengangkatan itu. Para ilmuwan juga mengamati gumpalan seperti kue panekuk yang terbentuk dari batuan cair seukuran kota Los Angeles di lokasi itu. Karena kondisinya yang ekstrem, sulit bagi ilmuwan untuk menentukan apa sebenarnya yang sedang terjadi di bawah Yellowstone.

10 Penemuan Sains Terbaik Dunia 2010


Para ilmuwan dari berbagai bidang seperti kimia, astronomi, biologi, arkeologi, dan palaentologi telah berhasil menemukan fakta-fakta spektakuler dalam sains. Berikut ini adalah penemuan sains terbaik sepanjang tahun 2010 yang dipublikasikan oleh Majalah Times. Di antara daftar penemuan terbaiknya, terdapat satu penemuan yang merupakan keberhasilan ilmuwan asal Indonesia.

1. Dinosaurus Bertanduk
Bulan September tahun ini, para ilmuwan resmi menamai satu golongan baru dinosaurus yang disebut Kosmoceratops. Berat badan golongan dinosaurus tersebut mencapai 2500 kilogram. Dan, yang membuatnya unik adalah adanya 15 buah tanduk di kepalanya.

Kosmoceratops sebenarnya telah ditemukan pada tahun 2007, namun para ilmuwan baru bisa mengidentifikasinya tahun ini. Golongan dinosaurus itu diduga hidup 76 juta tahun yang lalu di wilayah yang kini dikenal dengan nama Utah, Amerika Serikat.

2. Muons dan Pembentukan Alam Semesta
Para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah materi dan anti materi yang dihasilkan sebelum big bang haruslah berbeda. Hanya perbedaan itulah yang memungkinkan terciptanya semsta.

Sebelumnya, perbedaan itu hanya mungkin dalam teori. Hingga tahun ini, percobaan partikel di Fermilab menemukan bahwa muons (partikel sub atomik seperti halnya elektron) yang dihasilkan memiliki kelebihan 1% anti muons.

Perbedaan muons dan anti muons tersebut memang tidak terlalu banyak. Namun, para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah itu cukup untuk memacu terciptanya semesta.

3. Bulan Lebih Basah Daripada Sahara
Misi Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS) berhasil menemukan keberadaan air di bulan, tepatnya di wilayah kutub selatan bulan. Jumlah air di permukaan bulan yang ditemukan dalam riset tersebut sangat mengejutkan, lebih dari 50% dari yang diharapkan.

Air yang terdapat di kutub selatan bulan itu terdapat dalam bentuk es yang tercampur dengan materi lain. Para peneliti mengatakan, es tersebut bisa diolah menjadi air murni. Hl itu bisa menghemat biaya misi pendaratan ke bulan sebab tak perlu membawa air dari bumi.

4. Piramid Mexico Teotihuacan
Para arkeolog yang meneliti Piramid Mexico Teotihuacan berhasil menemukan koridor selebar 12 kaki lengkap dengan bagian atapnya. Dengan penemuan koridor tersebut, para arkeolog berharap bisa mengetahui jalan menuju pemakaman para rabi atau pemimpin agama dalam peradaban Mexico tersebut.

5. Gen Penyebab Penuaan
Mengapa orang-orang tertentu tampak cepat tua? Para ahli genetika menemukan bahwa hal tersebut disebabkan oleh ulah gen TERC. Gen tersebut menentukan panjang telomer, semacam tutup yang terdapat pada ujung kromosom.

Orang pembawa gen itu akan cenderung mengalami penuaan lebih cepat sebab telomernya akan memendek lebih cepat. Orang yang membawa satu copy gen itu misalnya, akan tampak sama tua dengan orang yang 3-4 tahun lebih tua darinya.

Penelitian tentang gen TERC itu dipublikasikan dalam Jurnal Genetics.

6. Planet Ekstra Surya
Para peneliti menemukan bahwa terdapat banyak sekali planet di luar tata surya. Salah satunya adalah planet HIP 13044b yang ditemukan oleh Astronom asal Indonesia, Johny Setiawan. Planet tersebut sebenarnya merupakan planet ekstra surya tetapi masuk ke galaksi Bima Sakti.

Penemuan planet ekstra surya lainnya adalah adanya 7 planet yang mengorbit pada bintang HD 10180. Sementara, penemuan planet lainnya yang juga memukau adalah Gliese 581g, planet ekstra surya dikatakan mengorbit bintangnya pada jarak yang tak terlalu pnas ataupun dingin, seperti bumi mengorbit matahari.

7. Metamaterial
Penemuan ini dilakukan oleh Profesor Martin McCall dan Imperial College, London. Metamaterial yang dibuat dikatakan bisa “mengaduk” aliran energi elektromagnetik. cahaya yang melewati metamaterial tersebut akan terhambur secara tidak merata, membentuk gap antara ruang dan waktu.

8. Penemuan Australopithecus sediba
Para ilmuwan menemukan fosil Australopithecus sediba, sebuah spesies manusia purba di wilayah Malapa, Afrika Selatan. Fosil tersebut diduga berasal dari masa 2 juta tahun yang lalu.

Para palaentolog menduga, fosil tersebut berkaitan dengan fosil manusia purba Homo erectus yang secara evolusioner kemudian berkembang menjadi Homo sapens atau manusia modern. Penemuan spesies ini, menurut para ilmuwan, bisa melengkapi data evolusi manusia.

9. Penemuan Unsur Ununseptium
Unuseptium yang untuk sementara dinamai unsur ke 117 merupakan kombinasi antara isotop berkelium dan kalsium yang diciptakan para ilmuwan di Dubna, Rusia. Para fisikawan mengatakan bahwa unsur ini bisa menunjukkan “island of stability”, dimana unsur yang terberat bisa bertahan selama berbulan-bulan.

10. Rahasia Kucing Menyeruput Susu
Para ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Virgiania Tech dan Princeton University menemukan rahasia cara kucing menyeruput susu. Mereka menemukan bahwa ketika kucing akan minum, lidahnya menjulur terlebih dahulu mebentuk huruf J.

Akibat kemampuan tersebut, kucing tak harus memasukkan seluruh lidahnya ke wadah susu. Bentuk huruf J memungkinkan terbentuknya lajur susu di antara lidah yang bergerak dengan permukaan cairan. Ketika kucing menutup mulut, susu pun bisa diminum tanpa mengakibatkan dagu menjadi basah.

Sumber: KOMPAS.com

Bukti Ilmiah Mukjizat Rosulullah Membelah Bulan.....Ditemukan!!!


Berbagai macam mukjizat telah diberikan Allah SWT kepada kekasihNya Rasullah Muhammad SAW, untuk memberi kebenaran atas Kerasulan yang disandangnya. Salah satu mukjizat dari Rasulullah Muhammad SAW, ialah “Membelah Bulan”. Sebagaimana hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud Radhiyallahu’anhu berikut ini, ia berkata :
“Bulan terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah SAW lalu Rasulullah SAW bersabda : Saksikanlah oleh kalian.” (Shahih Muslim No. 5010)

Hadist riwayat Anas RA, dia berkata :
“Penduduk Makkah meminta kepada Rasulullah SAW untuk diperlihatkan kepada mereka satu mukjizat (tanda kenabian), maka Rasulullah SAW memperlihatkan kepada mereka mukjizat terbelahnya bulan sebanyak dua kali.” (Shahih Muslim No. 5013)

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut :
“Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.”

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya : “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat hari kiamat dan bulan pun telah terbelah” mengandung mukjizat secara ilmiah?”

Maka professor pun menjawabnya :
“Tidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya.

Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya.

Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu.

Akan tetapi, hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu”.

Maka, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Makkah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?”

Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan”. Maka, Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu, Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka, Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka, serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!”

Akan tetapi, para ahli mengatakan bahwa sihir memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya, akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Maka, mereka pun menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Lalu, orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Makkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan.

Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Makkah, orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…”.

Akhirnya, sebagian mereka pun beriman sedangkan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: Sungguh, telah dekat hari qiamat dan telah terbelah bulan. Ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap …. (sampai akhir surat Al-Qamar). Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar

Dan setelah selesai Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdirilah seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata : “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan?”

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab : “Dipersilahkan dengan senang hati.”

Daud Musa Pitkhok berkata :
“Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemahan makna-makna Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya, dan aku pun membawa terjemahan itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya :

“Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan [1434]. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”. Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya[1435].” (QS. Al-Qamar : 1-3)

[1434] Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan “terbelahnya bulan”, ialah suatu mukjizat nabi Muhammad SAW.

[1435] Maksudnya, bahwa segala urusan itu pasti berjalan sampai waktu yang Telah ditetapkan terjadinya, seperti: urusan Rasulullah dalam meninggikan kalimat Allah pasti sampai pada akhirnya yaitu kemenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. sedang urusan orang yang mendustakannya pasti sampai pula pada akhirnya, yaitu kekalahan di dunia dan siksaan di akhirat.

Maka aku pun bergumam : “Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu???”

Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya, dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah-lah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi hangat antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa Amerika Serikat. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa.

Daripada itu, diantara diskusi hangat tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar.


Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata : “Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?”

Mereka pun menjawab : “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.”
Maka presenter itu pun bertanya : “Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya?”

Mereka menjawab : “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!”

Presenter pun bertanya : “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?”


Mereka menjawab : “Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah dan terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka, kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin telah terjadi, kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali”.
Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan :
“Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Subhanallah.”

Agama Islam ini tidak mungkin salah (aku pun bergumam) : “Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar sambil mencucurkan air mata, saat itulah awal aku menerima dan masuk Islam, saat terindah dalam hidupku sekaligus saat paling penting"

Maha Benar Allah Atas Segala Firmannya. Subhanallah.....Allaahu Akbar. Laa Khaula Wa Laa Quwwata Illa Billaah.

Kami segenap kru Admin situslakalaka bersaksi bahwa tidak ada Ilah Yang berhak disembah selain Allah, Dan Kami Juga Bersaksi bahwa Muhammad saw putra Abdullah adalah Utusan Allah.


Sumber: http://situslakalaka.blogspot.com/2011/01/bukti-ilmiah-mukjizat-rosulullah.html

Rahasais Dibalik Hujan Darah, Burung, Katak, Dan Demam Berdarah

Meski sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, fenomena hujan berwarna merah kembali ramai dibicarakan. Di India, para penduduk lokal daerah Kerala menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Mereka melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.

Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh ilmuwan independen, Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab. Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.

Sedangkan hujan hewan terjadi pada Juni 2009 di Jepang. Hewan ini memiliki panjang dengan diameter 5 cm berbentuk seperti ikan dan kodok, sejauh ini tidak ada yang dapat menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi. Beberapa orang menyebutkan ini merupakan fenomena langka yang pernah terjadi yang diakibatkan perubahan cuaca yang tidak menentu di negara sakura ini. Bagian meteorologi Jepang juga tidak dapat menjelaskan apa penyebab terjadinya hal tersebut.

Beberapa orang yang seperti menuhankan ilmu pengetahuan menyebutnya sebagai fenomena alam. Istilah agama menyebutnya sunnatullah

Saya tidak menolak adanya proses alam, karena hal itu sesuatu yang natural dan sudah menjadi ketetapan-Nya. Tapi terkadang, kita melupakan sumber segala sebab musabab dan sumber segala sesuatu, yakni Allah swt, Tuhan Semesta Alam. Apa yang hendak ditampakkan adalah Kekuasaan-Nya Yang Maha Tunggal. Agar kita, manusia, tidak lagi sombong dengan menuhankan segala ilmu pengetahuan alam dan melupakan adanya Pencipta Alam.

Alquran dan Injil mengisahkan tentang kesombongan Firaun dan kaumnya. Jika diberi kebaikan dan kemakmuran dari Tuhan, mereka berkata, “Inilah usaha kami.” Manusia zaman sekarang juga ada yang seperti ini, ketika sukses mereka berkata, “Ya, karena usaha saya, saya ini berhasil.” Jika ditimpa kesusahan, kaum Firaun melemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. (QS. 7: 131)

Seolah menantang dan keras kepala, pengikut Firaun berkata, “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu.” (QS. 7: 132). Firaun dan pengikutnya yang masih ada hingga sekarang ini meledek bahwa bukti kekuasaan Tuhan yang disampaikan melalui Musa (Moses) dan Harun (Aaron) as. itu sebagai sihir.

“Maka Kami kirimkan kepada mereka topan (thĂ»fĂąn), belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” (QS. 7: 133)

Jadi, apa yang terjadi di zaman sekarang bukanlah sesuatu fenomena baru dan menganehkan. Zaman dahulu, sebagai bukti bagi orang yang ingkar kepada Tuhan, Allah sudah tampakkan kuasa-Nya. Dan satu hal yang pasti, yakni hal tersebut hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang bukan sekedar berakal tetapi yang betul betul mampergunakan akalnya itu.

Wallahualam.

Disadur dari: http://situslakalaka.blogspot.com/2011/01/hujan-darah-burung-katak-dan-demam.html

Inilah Sebabnya Mengapa Malam Lailatul Qodar Lebih Baik dari 1000 Bulan

Dalam Islam kita mengenal adanya 4 bulan suci, yaitu Dzulka’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Ramadhan yang berarti panas pun tidak termasuk sebagai bulan suci. Mengapa Ramadhan dipilih untuk puasa sebulan penuh?

Dalam ilmu astronomi, Radiasi Matahari memiliki siklus 11 tahunan. Tahun 2007 sendiri merupakan akhir dari siklus ke 23 sejak pengamatan pertama pada abad 18. Bumi dilindungi Magnestosphere, sehingga dampak badai radiasi bukan terjadi pada sisi bumi yang menghadap matahari (siang hari). Saat badai radiasi matahari datang, dampaknya terasa pada bagian bumi yang membelakangi matahari (malam hari).


Radiasi di malam hari mempengaruhi tingkat getaran otak.
Radiasi dan gravitasi bulan purnama meningkatkan permukaan air laut dan kehidupan makhluk laut di malam hari. Juga menarik air dalam membran otak dan lebih menggetarkan sel-sel otak. Getaran sel otak menggambarkan tingkat kesadaran dan aktivitas otak.
Mengarah pada hipotesa malam Lailatul Qadar Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS Al Qadr 97:3)


Building Block …
1. Siklus satu tahunan (hijriyah) bernilai 1000 x bulan purnama
2. Malam yang nilainya 1000 bulan purnama adalah Lailatul Qadr
3. Lailatul Qadr terjadi di bulan Ramadhan
4. Jadi siklus badai matahari yang berulang setiap satu tahunan (hijriyah) terjadi setiap bulan Ramadhan

Itulah sebabnya…
1. Sejarah para nabi menunjukkan bahwa mereka senang merenungkan hakekat kehidupan, bertapa, pada setiap bulan Ramadhan.
2. Secara umum wahyu-wahyu tentang ajaran agama yang membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi, banyak yang diturunkan di malam-malam bulan Ramadhan.
3. Penataan ayat-ayat Al Quran ke dalam surat-surat seperti yang tersaji saat ini, dilakukan Nabi Muhammad pada malam-malam bulan Ramadhan.
4. Umat muslim diajak untuk menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan
5. Lebih utama adalah i’tiqaf di masjid pada 10 malam terakhir, pada malam-malam sebelum dan setelah Lailatul Qadr.


Disadur dari: http://situslakalaka.blogspot.com/2011/01/inilah-sebabnya-mengapa-malam-lailatul.html

Minggu, 26 September 2010

Definisi Regional

Awal mulanya definisi kawasan dibasiskan atas dasar konsep geografis (region).
Namun, kriteria geografis terkait dengan studi kawasan memiliki kelemahan karena
tidak mencakup seluruh dinamika yang terjadi dalam kawasan apabila analisisnya diluar geografis-sosial seperti yang terlihat dalam kawasan Timur Tengah yang keanggotaannya tidak terbatas hanya pada keadaan geografis saja.
Dalam mempelajari teori regionalisme ada baiknya kita mengetahui karakteristik- karakteristik suatu kawasan. Sudah banyak sarjana hubungan internasional yang telah mendefinisikan karakteristik utama regionalisme. Salah satunya adalah R Stubbs danG.Underhill yang memberikan uraian secara padat mengenai tiga elemen utama regionalisme. Pertama adalah pengalaman historis masalah-masalah bersama yang dihadapi sekelompok kesejarahan masalah-masalah bersama yang dihadapi sekelompok negara dalam sebuah lingkungan geografis. Elemen ini akan mempengaruhi derajat interaksi antar aktor negara di suatu kawasan.Hal ini dikarenakan kesamaan pengalaman sejarah dan masalah yang dihadapi akan mendorong terciptanya kesadaran regional dan identitas yang sama (regional awareness and identity). Contohnya dapat dilihat dari kawasan Timur Tengah yang anggotanya berasal dari negara-negara yang pernah terjajah oleh kolonialisme negara-negara barat.
Kedua, terdapat pula keterkaitan yang sangat erat di antara mereka. Dengan kata lain,
terdapat sebuah batas kawasan dalam interaksi di antara mereka atau dimensi ruang
(spatial dimension of regionalism). Dapat dilihat dari pakta pertahanan NATO misalnya meliputi kawasan geografis AtlantikUtara, namun pada erapasca Perang Dingin, pakta pertahanan militernya merambah ke kawasan non-AtlantikUtara seperti Turki danYunani. Dari contoh ini menunjukkan bahwa definisi kawasan lebih merupakan konstruksi sosial. Oleh karena itu, secara politis definisi kawasan dapat terus diperdebatkan.
Ketiga, terdapatnya kebutuhan bagi mereka untuk menciptakan organisasi yang dapat membentuk kerangka legal dan institusional untuk mengatur interaksi di antara mereka dan menyediakan aturan main dalam kawasan seperti kerjasama negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah seperti APEC. Kerjasama antar negara-negara yang berada dalam suatu kawasan untuk mencapai tujuan regional bersama adalah salah satu tujuan utama studi regionalisme. Dengan membentuk organisasi regional dan menjadi anggota organisasi regional. Di sisi lain regionalisme menunjukkan adanya perdebatan antara tuntutan kedaulatan negara yang harus dipertahankan dan tekanan-tekanan untuk menciptakan tindakan bersama.
Walaupun identitas suatu kawasan atau wilayah belum dapat ditentukan secara pasti,
proksimitas geografis akan dapat juga mempermudah interaksi dalam suatu kerangka
multilateral yang terbatas pada suatu kawasan daripada dalam kerangka yang lebih luas. Hal itu akan membantu intensitas hubungan, interaksi dan kerjasama antar negara. Pada gilirannya hal ini akan membantu menentukan atau memperteguh identitas suatu kawasan. Dan dalam kerjasama regional, akan jauh lebih mudah menemukan masalah dan kepentingan bersama antar negara daripada dalam kerangka yang lebih luas. Dengan demikian landasan bersama lebih mudah ditemukan dan dikembangkan untuk membina hubungan dan kerjasama yang saling mengutungkan.
Di samping itu, regionalisme atau kerjasama regional dapat menjadi penopang atau
payung yang mendukung hubungan dan kerjasama bilateral, dan seringkali meredam
perbedaan-perbedaan atau konflik-konflik dalam hubungan bilateral antara dua negara yang terlibat dalam kerjasama regional, terutama setelah keduanya mempunyai taruhan dan kepentingan semakin besar dalam kerjasama regional itu.

Rabu, 18 Agustus 2010

Pengertian Geografi

Istilah geografi untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Erastothenes pada abad ke 1. Menurut Erastothenes, geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi. Berdasarkan pendapat tersebut, maka para ahli ilmu geografi (geograf) sependapat bahwa Erastothenes dianggap sebagai peletak dasar pengetahuan geografi.

Pada awal abad ke-2, muncul tokoh baru yaitu Claudius Ptolomaeus mengatakan bahwa ilmu geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi. Jadi Claudius Ptolomaeus mementingkan peta untuk memberikan informasi tentang permukaan bumi secara umum. Kumpulan dari peta Claudius Ptolomaeus dibukukan, diberi nama 'Atlas Ptolomaeus'.

Menjelang akhir abad ke-18, perkembangan ilmu geografi semakin pesat, dengan berkembangnya aliran fisis determinis dengan tokohnya yaitu seorang geograf terkenal dari USA yaitu Ellsworth Hunthington. Di Perancis faham posibilis terkenal dengan tokoh geografnya yaitu Paul Vidal de la Blache, sumbangannya yang terkenal adalah "Gen re de vie".

Perbedaan kedua faham tersebut, kalau fisis determinis memandang manusia sebagai figur yang pasif sehingga hidupnya dipengaruhi oleh alam sekitarnya. Sedangkan posibilisme memandang manusia sebagai makhluk yang aktif, yang dapat membudidayakan alam untuk menunjang hidupnya.

Perlu Anda ketahui, Ilmu Geografi lebih dari sekedar kartografi, studi tentang peta. Ilmu ini tidak hanya menjawab apa dan dimana di atas muka bumi, tapi juga mengapa di situ dan tidak di tempat lainnya, yang kadang diartikan dengan "lokasi pada ruang." Hal ini dipelajari dalam Geografi, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi.

Beberapa cabang ilmu geografi antara lain :

Geografi fisik

Cabang ini memusatkan pada geografi sebagai ilmu bumi, menggunakan biologi untuk memahami pola flora dan fauna global, dan matematika dan fisika untuk memahami pergerakan bumi dan hubungannya dengan anggota tata surya yang lain. Termasuk juga di dalamnya ekologi muka bumi dan geografi lingkungan.

Geografi manusia

Cabang geografi non-fisik juga disebut antropogeografi yang fokus sebagai ilmu sosial, aspek non-fisik yang menyebabkan fenomena dunia. Mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan wilayahnya dan manusia lainnya, dan pada transformasi makroskopis bagaimana manusia berperan di dunia. Bisa dibagi menjadi: geografi ekonomi, geografi politik, geografi sosial, geografi feminisme dan geografi militer.

Geografi manusia-lingkungan

Selama masa determinisme lingkungan, ilmu geografi bukan merupakan ilmu tentang hubungan keruangan, tetapi tentang bagaimana manusia dan lingkungannya berinteraksi. walaupun paham determinisme lingkungan sudah tidak berkembang, masih ada tradisi kuat di antara geografer untuk mengkaji hubungan antar manusia dengan alam. Terdapat dua bidang pada geografi manusia-lingkungan: ekologi budaya dan politik dan penelitian risiko-bencana.

Ekologi budaya dan politik

Ekologi budaya muncul sebagai hasil kerja Carl Sauer pada geografi dan pemikiran dalam antropologi. Ekologi budaya mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Ilmu keberlanjutan (sustainability) kemudian tumbuh dari tradisi ini.

Penelitian risiko-bencana

Penelitian pada bencana dimulai oleh Gilbert F. Withe, yang mencoba memahami mengapa orang tinggal dataran banjir yang mudah terkena bencana.

Geografi sejarah

Cabang ilmu geografi ini mencari penjelasan bagaimana budaya dari berbagai tempat di bumi berkembang dan menjadi seperti sekarang. Studi tentang muka bumi merupakan satu dari banyak kunci atas bidang ini - banyak disimpulkan tentang pengaruh masyarakat dahulu pada lingkungan dan sekitarnya.

Kamis, 10 Juni 2010

Stasiun Luar Angkasa


Apakah yang terbayang olehmu ketika mendengar kata "stasiun"? Mungkin ada yang menjawab bis, kereta api dan lain-lain. Tapi stasiun yang satu ini berbeda lho. Stasiunnya berada di luar angkasa. Kok bisa ya? Di mana letaknya dan bagaimana cara sampai kesana ya ?

Stasiun Luar Angkasa Internasional (bahasa Inggris: International Space Station, ISS) adalah sebuah gabungan rencana stasiun luar angkasa, khususnya Mir 2 Rusia, Stasiun Luar Angkasa Freedom Amerika Serikat dan Fasilitas orbital Columbus Eropa, mewakilkan kehadiran manusia tetap di luar angkasa: telah ditempati oleh paling tidak dua orang sejak 2 November 2000. Setiap kali pergantian awak, keempat awak lama dan baru ada di sana dan juga paling tidak satu pengunjung lainnya.

ISS merupakan projek gabungan dari 16 negara: AS, Rusia, Jepang, Kanada, Brasil dan 11 negara dari Uni Eropa. Dan agensi luar angkasa mereka adalah NASA Amerika, Russian Federal Space Agency, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), Canadian Space Agency (CSA/ASC), Brazilian Space Agency (AgĂȘncia Espacial Brasileira) (AEB) dan European Space Agency (ESA).

Stasiun luar angkasa ini terletak di orbit sekitar Bumi dengan ketinggian sekitar 360 km, sebuah tipe orbit yang biasanya disebut orbit Bumi rendah. (Ketinggian persisnya bervariasi sejalan dengan waktu sekitar beberapa kilometer dikarenakan seretan atmosfer dan "reboost". Stasiun ini, rata-rata, kehilangan ketinggian 100 meter perhari.) Dia mengorbit Bumi dengan periode 92 menit; pada 1 Desember 2003 dia telah menyelesaikan 33.500 orbit sejak peluncurannya.

Dia utamanya dilayani oleh Pesawat ulang-alik, dan Soyuz dan Pesawat luar angkasa Progress. Pada 2005 dia masih dalam pembuatan dan berkapasitas 3 awak. Sejauh ini, seluruh awak tetap datang dari program luar angkasa Rusia atau AS. Tetapi ISS telah dikunjungi oleh banyak astronot, beberapa dari mereka bukan dari dua negara di atas (dan juga oleh 2 turis luar angkasa).

Nama "Stasiun Luar Angkasa Internasional" (disingkat "MKS" dalam bahasa Rusia) menandakan sebuah penyelesaian netral mengakhiri perselisihan pendapat tentang namanya. Awalnya ingin dinamakan "Stasiun Luar Angkasa Alpha" namun ditolak oleh Rusia, karena akan dikira stasiun itu adalah sesuatu yang baru, namun Uni Soviet telah mengoperasikan delapan stasiun orbital jauh sebelum ISS diluncurkan (lihat Stasiun Luar Angkasa). Usulan Rusia kepada namanya adalah "Atlant" ditolak oleh AS karena khawatir kemiripan nama dengan Atlantis, nama benua legenda yang tenggelam ke lautan. Penggunaan Atlantis juga akan menyebabkan kebingungan dengan Pesawat ulang alik Atlantis.

Sejarah

Awalnya direncanakan sebagai sebuah "Stasiun Angkasa Freedom" NASA dan dipromosikan oleh Presiden Reagan, dan kemudian diketahui terlalu mahal. Setelah berakhirnya Perang Dingin, dia diadakan kembali sebagai proyek gabungan NASA dan Rosaviakosmos Russia. Pada 1 Desember 1987, NASA mengumumkan empat nama perusahaan AS yang akan diberikan kontrak untuk menolong membuat bagian buatan-AS dari Stasiun Angkasa: Boeing Aerospace, Astro-Space Division General Electric, McDonnell Douglas, dan Rocketdyne Division Rockwell.

Seksi pertama ditaruh di orbit pada 1998. Dua bagian lainnya ditambahkan sebelum awak pertama dikirim. Awak pertama tiba pada 2 November, 2000 dan terdiri dari astronot AS William Shepherd dan dua kosmonot Russia, Yuri Gidzenko dan Sergei Krikalev. Mereka memutuskan untuk memanggil stasiung angkasa tersebut "Alpha" tetapi penggunaan nama tersebut dibatasi hanya misi mereka.

ISS ternyata jauh lebih mahal dari perkiraan awal NASA dan jadwalnya sering terlambat. Pada 2003 dia masih belum bisa menempatkan tujuh awak seperti yang diperkirakan, dan oleh karena itu membatasi jumlah ilmiah yang dapat dilakukan dan membuat partner Eropa dalam proyek tersebut marah. Pada Juli 2004 NASA setuju untuk menyelesaikan stasiun ke tahap di mana dia akan dapat ditempati oleh 4 awak dan akan meluncurkan seksi tambahan seperti modul eksperimen Jepang. NASA akan melanjutkan menangani konstruksi dan Rusia akan terus meluncurkan dan mengganti awak stasiun.

Menurut konfigurasi pada 2003, stasiun ini memiliki massa 187,016 kg dan memiliki tempat hidup 425 m³. Ukurannya adalah panjang 73m, lebar 52m, dan tinggi 27,5 m. Operasi telah melibatkan 16 Space Shuttle Amerika dan 22 Russia. Penerbangan Rusia, 8 diantaranya berawak dan 14 tidak berawak. Konstruksi membutuhkan 51 jalan angkasa, 25 di antaranya menggunakan-shuttle dan 26 menggunakan-ISS. Jumlah waktu jalan angkasa di stasiun telah mencapai 318 jam, 37 menit.

Sumber : id.wikipedia.org

Selasa, 06 April 2010

Menangkal Santet Secara Ilmu Geografi

Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang : berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai dengan kematian. Berbagai penyelidikan pun telah banyak dilakukan ilmuwan terhadap fenomena santet dan sejenisnya. Tentu metode penelitian para ilmuwan agak berbeda dengan agamawan.

Jika para agamawan memakai rujukan dalil2 kitab suci (ayat kitabiyah), maka para ilmuwan menggunakan ayat kauniyah (alam semesta) untuk menyelidiki santet ini. Penyelidikan menggunakan ayat kauniyah tentunya harus memiliki metode yang sifatnya ilmiah, mulai dari mencari kasus2 santet, tipe2 santet, gejala, akibat dlsb. Lalu kemudian dilakukan berbagai eksperimen untuk penyembuhannya.

Salah satu kesimpulan/pendapat yang mengemuka adalah santet itu sebenarnya adalah energi. Kenapa dalam kasus santet bisa masuk paku, kalajengking, penggorengan dll bisa dijelaskan melalui proses materialisasi energi. Nah, santet dan mahluk halus itu ternyata energi yang bermuatan (-). Bumi pun ternyata memiliki muatan (-). Dalam hukum C Coulomb dikatakan bahwa muatan yang senama akan saling tolak menolak dan muatan yang tidak senama justru akan tarik menarik. Rumusnya :

F = K * ((Q1*Q2)/R^2)
F = gaya tarik menarik
K = Konstanta
Q1, Q2 = muatan
R = jarak

Nah karena demit alias mahluk halus dan bumi itu sama-sama bermuatan (-) makannya para demit itu tidaklah menyentuh bumi. Orang tua jaman dulu juga sering mengingatkan jika bicara dgn orang yg tidak dikenal pd malam hari maka lihatlah apakah kakinya menapak ke bumi atau tidak. Jika tidak maka ia berarti golongan mahluk halus.

Begitu juga dengan santet yang ternyata bermuatan (-) maka secara fisika bisa ditanggulangi atau ditangkal dengan hukum C Coulomb ini. Saya tidak membahas metode melawan santet dengan zikir karena sudah banyak dibahas tapi saya menawarkan alternatif lainnya yg bisa bersifat "standalone" (utk non muslim) maupun digabungkan dgn zikir (utk muslim).

Beberapa Metodenya :

Cara 1
------
Tidurlah dilantai yang langsung menyentuh bumi. Boleh gunakan alas tidur asal tidak lebih dari 15 Cm. Dengan tidur dilantai maka santet kesulitan masuk karena terhalang muatan (-) dari bumi.


Cara 2
------
Membuat alat elektronik yang mampu memancarkan gelombang bermuatan (-). Mahluk halus, jin, santet dll akan menjauh jika terkena getaran alat ini. Tapi Kelemahan alat ini tidak mampu mendeteksi mahluk baik dan jahat. Jadi, alat ini akan "menghajar" mahluk apa saja. Jika ada jin baik dan jin jahat maka keduanya akan "diusir" juga.


Cara 3
------
Melakukan gerakan senam khusus dimana tapak kaki harus menyentuh bumi. Gerakan senam ini hanya punya satu gerakan inti saja jadi mudah sekali dilakukan oleh anak2 hingga orang tua. Selain utk penyembuhan berbagai penyakit medis yg sulit sembuh, senam ini cukup banyak menyelesaikan kasus santet juga. Ini murni senam, tanpa mantra atau pernafasan khusus. Bagi yang minat, bisa beli VCDnya di IndoSpiritual


Cara 4
------
Menanam pohon atau tanaman yang memiliki muatan (-). Bagi yang peka spiritual, aura tanaman ini adalah terasa "dingin". Pohon yang memiliki muatan (-) diantaranya : dadap, pacar air, kelor, bambu kuning dll. Tanaman sejenis ini paling tidak disukai mahluk halus. Biasanya tanaman bermuatan (-) ini tidaklah mencengkram terlalu kuat di tanah (bumi) dibandingkan dengan tanaman bermuatan (+)

Lain halnya dengan pohon yang memiliki muatan (+) seperti pohon asem, beringin, belimbing, kemuning, alas randu dll maka phohon sejenis ini tentu akan menarik mahluk halus dan seringkali dijadikan tempat tinggal. Hal ini dikarenakan ada gaya tarik menarik antara pohon (+) dan mahluk halus (-) sesuai hukum C Coulomb.

Halaman