Tampilkan postingan dengan label G-Regional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label G-Regional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2016

Babi Liar Radioaktif Giat Berkembang-biak, Sebabkan Kerusakan di Fukushima

Empat tahun setelah bencana, penduduk memperkirakan populasi babi telah meledak dari 3.000 menjadi 13.000 ekor.

Babi Liar Radioaktif Giat Berkembang-biak, Sebabkan Kerusakan di FukushimaBabi (Thinkstock)
Sudah lebih dari lima tahun sejak gelombang tsunami menabrak pembangkit listrik Fukushima Daiichi dan menyebabkan krisis nuklir. Sementara 20 kilometer (12 mil) dari lokasi radiasi nuklir tetap menjadi zona eksklusi berbahaya, satwa liar di daerah itu beruntung  hidup penuh kedamaian.
Sejak bencana nuklir, populasi babi hutan telah meroket, banyak masyarakat yang cemas. Empat tahun setelah bencana, penduduk memperkirakan populasi babi telah meledak dari 3.000 menjadi 13.000 ekor.  Anda mungkin berpikir simbol kemakmuran dan kesuburan Jepang kuno ini akan disambut sebagai kabar bahagia, namun sebaliknya, penduduk lebih melihat kerusakan yang telah mereka sebabkan. Kerusakan ini mencapai $ 15.000.000, dan baru kerusakan pertanian lokal.

Asisten profesor ekologi, Okuda Keitokunin mengatakan kepada surat kabar Mainichi Jepang bahwa babi liar, bersama dengan rakun telah menggunakan rumah yang ditinggalkan dan bangunan kosong di zona evakuasi sebagai tempat untuk berkembang biak. Namun, kota pasca krisis nuklir ini bukan tempat yang aman untuk babi liar. Diperkirakan makanan mereka dari akar, kacang-kacangan, buah dan air semua mengandung konsentrasi radiasi yang sangat tinggi.

Hewan-hewan tidak menunjukkan tanda-tanda bahaya dari radiasi, namun sampel dari daging babi liar Fukushima telah menunjukkan mereka mengandung 300 kali jumlah aman dari unsur radioaktif cesium-137. Penelitian lain pada pohon cemara daerah menunjukkan bukti mutasi pertumbuhan.
Otoritas lokal telah menawarkan hadiah bagi para pemburu yang mampu menyisihkan babi liar ini. Namun, hewan tersebut berkembang biak begitu cepat. Kota Nihonmatsu, berada sekitar 56 kilometer (35 mil) dari pabrik Fukushima, telah menggali tiga kuburan massal yang dapat dimuati 1.800 babi.
Ledakan populasi babi liar layaknya kasus satwa liar pasca krisis Chernobyl. Sebuah studi akhir tahun lalu menunjukkan bahwa populasi rusa dan babi hutan berkembang pesat di daerah sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Ukraina.
(K.N Rosandrani / Iflscience)

Minggu, 17 April 2016

Jamur dapat Selamatkan Astronot di Mars

Jika semua berjalan sesuai rencana, sebuah sampel beberapa jamur yang disebut Aspergillus nidulans akan dikirim bersama dengan peluncuran roket SpaceX

Banyak hal buruk dapat terjadi selama misi tiga tahun ke Mars, dan hanya ada beberapa obat yang dapat dibawa selama misi. "Untuk makanan, Anda dapat memprediksi dengan tepat berapa banyak yang perlu para astronot, namun, obat-obatan? Anda tidak dapat memprediksinya." ungkap Clay Wang, seorang peneliti dari University of Southern California.
Bagaimana jika para astronot memerlukan kebutuhan mendadak untuk obat yang tidak dikemas? Tak dipungkiri, masalah ini nyata, bahwa lingkungan ruang angkasa membuat banyak obat kehilangan potensi dan menurun lebih cepat dibandingkan dengan obat di Bumi.
Itu adalah alasan mengapa Wang berpikir penjelajah Mars di masa depan mungkin perlu untuk menanam obat mereka sendiri. Laboratorium di University of Southern California menjadi tempat memulai percobaan ini, yang nantinya dapat membuka jalan kemungkinan tersebut.
Jika semua berjalan sesuai rencana, sebuah sampel beruntung beberapa jamur yang disebut Aspergillus nidulans akan dikirim bersama dengan peluncuran roket SpaceX ke Stasiun Antariksa Internasional.
Spesies tertentu dari jamur penting dalam penelitian biomedis. Para ilmuwan pada dasarnya tahu genom A. nidulans luar dalam, tetapi ada bagian yang masih misterius. Fungsi banyak gen tidak diketahui, maka tim Wang berharap tekanan lingkungan ruang angkasa mungkin dapat mengaktifkan gen-gen tersebut dan menghasilkan senyawa baru.
”Jika Anda membayangkan A. nidulans sebagai pabrik, ia seperti banyak mesin di pabrik yang telah dimatikan, sehingga kita tidak tahu lagi apa yang terjadi pada mereka," kata Wang. "Di ruang angkasa, mereka mungkin akan kembali hidup," tambah Wang.
Pada kebanyakan kasus, A. nidulans membuat hanya beberapa kelas senyawa, namun Wang mengatakan jika laboratorium telah menemukan bahwa mereka menghasilkan produk alami yang berbeda, tergantung pada kondisi di mana mereka tumbuh. Tim ini berharap dengan kondisi unik, seperti stres di ruang angkasa dapat mendorong jamur untuk mendapatkan kreatifitas dan menghasilkan senyawa yang dapat berubah menjadi obat.
Tim Wang juga ingin mengubah A. nidulans, atau jamur lainnya, menjadi tanaman yang dapat menjadi beranekaragam obat di ruang angkasa. Namun, pertama-tama mereka harus melihat bagaimana radiasi yang tinggi, lingkungan gravitasi yang rendah dari stasiun ruang angkasa mempengaruhi jamur.
Guna mengetahui hal tersebut, mereka  mengirim sampel dari jamur untuk tumbuh di stasiun ruang angkasa selama beberapa hari, kemudian membekukan sampel sampai mereka dapat dikirim kembali ke Bumi. Setelah jamur kembali dari ruang angkasa, para peneliti akan membandingkan metabolit, protein, dan pola ekspresi gen untuk sampel yang disimpan di tanah.
Selanjutnya, para peneliti bisa menggunakan informasi tersebut untuk mengembang biakkan,  dan memproduksi jamur, baik A. nidulans atau spesies lain.
(K.N Rosandrani / Popular Science)

Senin, 01 Februari 2016

El Nino Tahun 2015 Samai Tahun 1998, Terkuat Sepanjang Sejarah






KOMPAS.com — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA memperingatkan bahwa efek fenomena cuaca El Nino belakangan ini bisa menyamai rekor tahun 1998 sebagai yang terparah dan terkuat dalam sejarah.

El Nino saat itu mengacaukan sistem cuaca dunia dan disebut sebagai pemicu beberapa peristiwa cuaca ekstrem.

El Nino pada tahun ini dikaitkan dengan sejumlah peristiwa banjir dan kenaikan suhu yang tidak biasa di belahan bumi utara.

Fenomena tersebut mengakibatkan air hangat dari Pasifik tengah mengalir ke arah timur menuju Amerika Utara dan Selatan.

El Nino ialah fenomena cuaca yang terjadi secara alami setiap 2-7 tahun.

Fenomena ini biasanya memuncak pada akhir tahun, meskipun dampaknya dapat berlangsung sampai musim semi berikutnya, dan bertahan sampai 12 bulan.

NASA mengatakan, El Nino yang sekarang "tidak menunjukkan tanda pelemahan" berdasarkan citra satelit terbaru dari Samudra Pasifik.

Manurut NASA, hal tersebut memiliki "kemiripan yang mencolok" dengan El Nino pada Desember 1997, yang merupakan "pertanda El Nino yang besar dan kuat".

Temuan NASA mirip dengan hasil telaah Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) yang menyebutkan, fenomena cuaca El Nino saat ini mungkin saja adalah yang terkuat sejak 1950.

El Nino tahun ini dihubungkan dengan banjir terburuk selama 50 tahun di Paraguay, Argentina, Uruguay, dan Brasil.

Banjir tersebut memaksa lebih dari 150.000 warga meninggalkan rumah mereka.

Sebanyak 13 orang tewas di negara bagian Missouri, AS, akibat sungai yang meluap setelah tornado dan badai melanda wilayah itu.

Delapan kilometer bagian dari Sungai Mississippi dekat St Louis ditutup untuk kapal akibat "kondisi berbahaya" yang diakibatkan badai.

El Nino juga dinyatakan sebagai faktor penyebab banjir yang menghantam bagian utara Inggris, memaksa ribuan warga mengungsi dari rumah mereka dan meninggalkan ribuan lainnya tanpa listrik.

Badai Frank, yang diperkirakan akan membawa hujan dan banjir ke Inggris pekan ini, merupakan bagian dari sistem cuaca yang menyebabkan kenaikan suhu tidak normal di Arktik.

Satu pemantau cuaca dekat Kutub Utara mengukur suhu di atas titik beku. Hal ini hampir tidak pernah ditemukan pada tahun-tahun sebelumnya, saat angka normal sekitar 25 derajat celsius.

Editor : Yunanto Wiji Utomo


Senin, 11 Januari 2016

Menyelami Maluku: Dunia Cantik Sepotong Wallacea

Para penjelajah menemukan Maluku melalui rempah. Tanaman beraroma ini menjadi kunci atas penemuan gugusan pulau yang terserak di timur Nusantara.

 

 

Datanglah ke Maluku. Negeri elok di kawasan timur Indonesia ini menyajikan sejumlah destinasi wisata. Legenda, budaya, dan fakta berpadu membentuk jiwa Maluku. Bagaikan pelangi, Maluku menyajikan panorama cantik yang tak terkira. Belum lagi, keramahan warga yang berpadu sajian khas tropis Nusantara.
Para penjelajah menemukan Maluku melalui rempah. Tanaman beraroma ini menjadi kunci atas penemuan gugusan pulau yang terserak di timur Nusantara. Pada waktu itu, para penjelajah berlomba melayari dunia demi mencari sumber rempah, yang menjadi komoditas penting.
Sesungguhnya, bangsa Tiongkok dan Arab terlebih dahulu menemukan Kepulauan Maluku, terutama Maluku bagian utara. Penjelajah asal Eropa datang belakangan, yang kemudian memberikan warna berbeda.
Saat ini, rempah telah melewati masa jaya. Akan tetapi, alam yang cantik siap menggantikannya. Maluku terus mempercantik diri demi kedatangan tetamu dari jauh, entah itu dari kawasan Nusantara atau manca negara.
Pelangi Maluku dapat kita nikmati sejak kini. Sepotong kawasan Wallacea menggoda kita dengan eksotisme bahari. Salah satunya, kawasan perairan dangkal di wilayah Pulau Ternate, yang berada di Kabupaten Maluku Utara.
Ricky Rusli, seorang penyelam asal Bandung, Jawa Barat, seperti ketagihan saat menyelami dunia bawah laut di seputar Ternate. Di sana, ia mendapat obyek fotografi yang menarik: Nudibranch. Biota laut yang kebanyakan seukuran jari manusia dewasa ini memang selalu memikat mata penyelam dan fotografer bawah laut.
Selain nudibranch, Ricky juga sangat menikmati keindahan warna-warni taman laut khas perairan tropis itu. Terumbu karang yang masih terpelihara baik menjadi obyek fotografi yang kaya.
Ricky telah memilihkan tiga tempat atau lokasi selam yang asyik di seputar Ternate:
  • Maitara. Di lokasi ini, kita dapat menjumpai terumbu karang berbentuk slope yang berpasir hingga kedalaman 20 meter. Tingkat kejernihan air laut sepanjang 10 meter. Di sini juga terdapat sejumlah biota laut, mulai dari ikan kerapu, ikan gobi, ikan scorpion, blennie, fuilier, anthias, dan nudibranch.
  • Toloa. Di tempat selam yang asyik ini, kita akan mendapatkan terumbu karang berbentuk slope hingga kedalaman 25 meter. Tingkat kejernihan air laut hingga 15 meter. Di tempat ini juga terdapat karang sponge dan kipas laut (sea Fan) serta biota laut lainnya: moray eel, gobi, sweet lip fish, fusilier.
  • Cobo Tidore. Jika kita menyelam di sini, kita akan mendapatkan tebing karang berupa drop off hingga kedalaman 25 meter. Kita harus berhati-hati di sini, sebab arus bawah laut yang cukup kuat. Bagi penyelam yang memegang lisensi open water harus berhati-hati dan memperhatikan kedalaman selam.
Dengan kondisi itu, kita harus menyiapkan segala sesuatu saat berwisata di sini. Salah satunya, menyiapkan asuransi. Melihat kebutuhan tersebut iFWD Life menghadirkan iFWD Liberate, saluran penjualan melalui online (eCommerce) yang dapat dengan mudah melindungi kita saat melakukan aktivitas di luar ruang yang berisiko tinggi karena pembelian dapat langsung dilakukan secara online melalui websitewww.ifwd.co.id.
Produk iFWD Liberate yang bernama Bebas Aksi menjamin kita dengan manfaat perlindungan apabila pemegang polis meninggal dunia akibat kecelakaan sampai dengan Rp 1.000.000.000. Dilengkapi dengan asuransi tambahan untuk perlindungan cacat permanen total / sebagian dan / atau penggantian biaya medis yang dapat di-mix and match sesuai kebutuhan perlindungan kita.
Untuk mendapatkan Bebas Aksi, caranya mudah saja. Kita bisa langsung membeli Bebas Aksi melalui situs web iFWD Liberate. Pendaftaran dan pembayaran bisa dilakukan dengan cepat dan mudah secara online. Dengan perlindungan yang luas, kita tidak perlu khawatir menjalani segala aktivitas wisata luar ruang, seperti menyelam yang memiliki risiko.
Nah, dengan kekayaan bawah laut seperti Maluku bagian utara, khususnya Pulau Ternate amat menarik kita selami. Tunggu apalagi, kita kemasi peralatan dan menceburkan diri ke dunia elok yang membiru. Dan, tentunya, menyiapkan perlindungan diri, seperti asuransi selama berwisata.
Happy dive, guys!
(GetCraft)

Minggu, 25 Mei 2014

Potensi Pariwisata Kota Kediri


Wilayah Kota Kediri dan sekitarnya diyakini cukup potensial akan obyek-obyek pariwisata yang dapat dikembnagkan sebagai sumber daerah. Hal ini dikarenakan adanya obyek wisata alam yang cukup petensial seperti Goa Selomangkleng, pegunungan Wilis, aliran Sungai Brantas, maupun obyek wisata buatan seperti Museum Airlangga, dan peningglan situs Kerajaan Kadiri. Disamping itu masih terdapat tempat-tempat rekreasi keluarga, seperti Taman Hiburan Rakyat Pagora, Pemandian Kuwak dan Dermaga Brantas.
Pemerintah Kota Kediri berusaha terus untuk membangun dan mengembangkan kepariwisataan guna memperluas lapangan kerja, peningkatan pendapatan rakyat,pendapatan aslidaerah maupun pendapatan nasional. Sedangkan untuk mendukung pembangunan kepariwisataan tersebut, pemerintah Kota Kediri menanganinya malalui penyuluhan kepada masyarakat tentang kesadaran hidup tertib dan bersih, menambah atau memperbaiki fasilitas yang sudah ada, memperbaiki mutu pelayanan terhadap tamu localmaupun dari luar daerah, mengadakan pemugaran dan pengembangan obyek-obyek wisata dan mempromosikannya malalui media yang telah disipakan seperti situs www.kotakediri.go.id , dan media lainyya dari dalam maupun dari luar.
Usaha lainnya adalah mendorong peran serta swasta untuk ikut dalam menunjang pembangunan sektor pariwisata, dengan adanya penyediaan jasa penginapan (perhotelan), penyediaan fasilitas penunjang lainnya yang lebih baik untuk memberikan rasa nyaman serta betah tinggal di Kota Kediri.
 
Pengembangan obyek wisata di kota Kediri sendiri terbagi dalam tiga macam sektor wisata yaitu :
 
1.      Wisata Sejarah
2.      Wisata Alam
3.      Olahraga
 
Usaha-usaha Pengembangan Sektor Pariwisata
Dalam usahanya untuk mengarahkan Kota Kediri sebagai kota Wisata, pemerintah kota Kediri melakukan dua hal. Pertama pengendalian dan pengembangan potensi wisata yang sudah ada, dan kedua menciptakan tempat-tempat wisata buatan yang baru seperti pembuatan Taman Hiburan, pembuatan dermaga, pemberian kesempatan swasta untuk membuka sarana hotel dan hiburan malam.
Pengembangan utama untuk kawasan wisata Kota Kediri adalah pengembangan Wisata alam dan buatan pada kawasan Gua Selomangkleng. Dalam kawasan tersebut terdapat tempat-tempat bersejarah yang memiliki panorama yang indah bila di kembangkan lebih lanjut. Pengembangan lainnya adalah tempat-tempat bersejarah yang memiliki panorama yang indah bila di kembangkan lebih lanjut. Pengembangan lainnya adalah tempat-tempat wisata buatan yang ada di Kecamatan Kota yaitu pada Taman Tirtoyoso dan Pagora.
 
Kawasan Goa Selomangkleng
Di kembangkan sebagai kawasan wisata alam dan perlindungan terhadap peninggalan bersejarah. Kegiatan-kegiatan yang di perbolehkan pada kawasan tersebut selain kegiatan rekreasi adalah :
  • Olah raga
  • Pendidikan dan Penelitian Sejarah
  • Perkemahan
  • Vila
  • Kios Makan dan Suvenir
  • Museum
 
Taman Wisata Tirtoyoso dan Pagora
Pengembangan pada taman wisata Tirtoyoso dan Pagora diarahkan untuk meningkatkan kualitas kegiatan wisata dan sarana prasarana yang ada di dalamnya, di samping itu juga peningkatan jaminan keamanan serta kebersihan lingkungan, sehingga kawasan wisata tersebut memiliki jangkauan pelayanan lebih baik lagi dan membuat pengunjung merasa betah serta tidak di rugikan. Taman wisata Tirtoyoso dan Pagora yang saat ini sudah berjalan hendaknya di kembangkan menjadi taman hiburan rakyat yang lebih lengkap, sehingga menarik perhatian masyarakat yang lebih luas.
Kelengkapan tersebut bisa dengan menambah sarana hiburan bagi anak-anak dan remaja, atau bisa juga menambah tempat-tempat pameran dan pertunjukan kesenian daerah.
 
Kawasan Wisata Industri
Pengembangan kawasan wisata industri di Kota Kediri di tentukan pada kegiatan-kegiatan industri yang ada dan memungkinkan di jadikan sebagai lokasi kegiatan wisata, seperti kawasan industri rokok Gudang Garam. Dimana pada kawasan idustri ini dilengkapi dengan jalur hijau dan taman-taman serta lapangan golf yang selain berfungsi sebagai kawasan konservasi/hutan kota juga sebagai kegiatan rekreasi untuk umum
Selain itu wisata industri juga akan dikembangkan pada kegiatan home industri dan komplek perdagangan tahu, makanan kecil berbahan baku tahu, kerajinan kulit dan bambu, dll.
 
Kawasan Wisata Pusat Perbelanjaan
Untuk meningkatkan perekonomian sekaligus memberikan kenyamanan dalam kegiatan berbelanja sihingga pengunjung merasa lebih betah dan nyaman berada dalam kawasan perbelanjaan. Saat ini di Kota Kediri telah berdiri beberapa pusat perbelanjaan seperti Pasar Raya Sri Ratu, Plasa Golden, Borobudur swalayan, Ramayana, Kediri Town Square dan Kediri Mall.

Minggu, 18 Mei 2014

Potensi Industri Kota Kediri


 

Pemerintah Kota Kediri telah mencanangkan Tri Bina Kota sebagai landasan pembangunan yang meliputi bidang pendidikan, perdagangan serta jasa dan industri. Dengan berpijak pada landasan tersebut, Pemerintah Kota Kediri berkomitmen untuk memajukan sektor perindustrian secara aktif dengan memperkuat daya dukung bagi pembangunan industri sebagai salah satu basis penguatan ekonomi lokal yang handal.
Sebagai wilayah yang merupakan salah satu pemerintah kota yang ada di wilayah Provinsi Jawa Timur, Kota Kediri dijadikan wilayah pengembangan kawasan lereng Gunung Wilis, dan sekaligus sebagai pusat pengembangan regional eks Wilayah Pembantu Gubernur Wilayah III Kediri yang mempunyai pengaruh timbal balik dengan daerah sekitarnya, termasuk sektor perindustrian dan perdagangan.
Dalam usaha pembangunan sektor industri, Pemerintah Kota Kediri melaksanakan program pengembangan industri. Program pengembangan industri adalah untuk mengembangkan usaha industri dan meningkatkan kapasitas produksinya, khususnya bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta keanekaragaman usaha produksi, sehingga muncul banyak variasi produk yang bisa dijual ke pasar lokal maupun regional.
Kegiatan pokok yang dilaksanakan adalah :
1.    Meningkatkan sarana dan prasarana Industri Kecil dan Menengah (IKM) seperti jalan masuk, bantuan alat-alat produksi, serta berbagai kesempatan promosi;
2.    Menumbuhkan dan mengembangkan industri rumah tangga dalam rangka mengatasi pengangguran, kemiskinan dan perluasan lapangan kerja dengan jalan membuka industri rumah tangga serta industri kecil yang benar-benar diawasi serta dibimbing oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi;
3.    Meningkatkan dan mengembangkan diversifikasi, kualitas dan desain produk dalam rangka pengembangan pasar yang berorientasi ekspor.
 
Kondisi Umum Sektor Perindustrian Kota Kediri
 
Dengan kedudukannya sebagai kawasan perkotaan yang sedang berkembang, di Kota Kediri terdapat banyak unit-unit usaha industri dengan skala usaha yang bervariasi, meliputi industri besar, menengah dan kecil. Industri-industri besar yang ada di Kota Kediri bergerak di bidang industri gula dan rokok. Sedangkan untuk Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagian besar bergerak dalam produksi makanan serta pengolahan hasil pertanian.
 
Berdasarkan klasifikasi subsektor industri nonmigas yang ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian RI, kondisi aktual sektor perindustrian di Kota Kediri menurut jumlah unit usaha, tenaga kerja dan nilai produksinya disajikan dalam tabel berikut :
 
No.
Subsektor
Unit Usaha
Jumlah  Tenaga Kerja (Orang)
Nilai  Produksi    (Rp)*
1
Industri Logam dan Mesin
122
            1.231
          21.316
2
Industri Kimia
18
              139
          10.461
3
Industri Aneka
79
              860
         256.561
4
Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan
60
          41.630
      5.187.913
5
Industri Makanan dan Minuman
179
            1.716
          51.492
6
Industri Tekstil, Pakaian Jadi dan Kulit
48
              373
            9.517
7
Industri Kertas dan Percetakan
57
              299
          10.297
J U M L A H
563
          46.248
      5.547.557
*) dalam juta
Sumber : Disperindagtamben Kota Kediri, 2011
 
Berdasarkan klasifikasi di atas, diketahui bahwa subsektor industri hasil pertanian dan kehutanan menyerap jumlah tenaga kerja dan nilai produksi yang dominan jika dibandingkan dengan subsektor industri lainnya di Kota Kediri. Dalam hal ini, PT Gudang Garam Tbk. sebagai salah satu industri pengolahan hasil tembakau terbesar di Indonesia memegang peranan yang cukup penting dalam penyerapan tenaga kerja di Kota Kediri dan sekitarnya.
Selain industri-industri formal diatas, di Kota Kediri juga terdapat banyak industri-industri informal yang memberikan kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja. Pemerintah Kota Kediri melalui satuan-satuan kerja terkait terus mendorong dan memfasilitasi pengurusan dokumen legalitas usaha. Salah satunya dengan memberikan kemudahan perijinan bagi pelaku usaha melalui unit layanan satu atap dan tidak dikenakan biaya.

Minggu, 04 Mei 2014

Demografi Kota Kediri

Demografi Kota Kediri
 
 
 
a)
Proporsi Penduduk  Menurut Umur dan Jenis Kelamin
 
 
 
Jumlah penduduk Kota Kediri pada Tahun 2012 sebanyak 312.331 jiwa atau meningkat dibanding jumlah penduduk Tahun 2011 sebanyak 302.671. Komposisi penduduk Kota Kediri pada Tahun 2012 menurut kelompok umur dan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1.1
Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Kota Kediri Tahun 2012
NO
KELOMPOK UMUR (TAHUN)
JUMLAH PENDUDUK
Laki-Laki
Perempuan
Laki-Laki & Perempuan
1.
< 1
2.064
1.846
3.910
2.
1 – 4
9.402
8.822
18.224
3.
5 – 9
12.924
12.312
25.236
4.
10 – 14
11.994
11.318
23.312
5.
15 – 19
10.955
10.497
21.452
6.
20 – 24
11.538
10.781
22.319
7.
25 – 29
14.752
13.691
28.443
8.
30 – 34
15.793
14.355
30.148
9.
35 – 39
13.275
12.317
25.592
10.
40 – 44
12.432
11.546
23.978
11.
45 – 49
10.310
11.342
21.652
12.
50 – 54
9.927
10.216
19.543
13.
55 – 59
7.684
7.774
15.458
14.
60 – 64
5.287
5.498
10.785
15.
≥ 65
9.306
12.973
22.279
JUMLAH
157.043
155.288
312.331
Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kediri
Data tabel di atas menunjukkan bahwa komposisi penduduk Kota Kediri terdiri dari 157.043 laki-laki dan 155.288 perempuan, dengan tingkat kepadatan penduduk Kota Kediri pada Tahun 2012 sebesar 4.926 jiwa per kilometer persegi.
 
 
 
Tingkat kepadatan penduduk terendah berada di Kecamatan Pesantren, kemudian sedikit lebih padat berada di Kecamatan Mojoroto, dan kepadatan tertinggi berada di Kecamatan Kota. Kepadatan penduduk di Kecamatan Kota yang lebih tinggi dibanding dua kecamatan lainnya disebabkan karena kawasan Kecamatan Kota merupakan pusat perdagangan dan jasa yang ada di Kota Kediri. Untuk terus mendorong pemerataan perkembangan laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, Pemerintah Kota Kediri telah melakukan upaya-upaya penyebaran pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sejumlah kawasan.
 
 
 
Laju pertumbuhan penduduk Kota Kediri pada tahun 2011 – 2012 mencapai 3,09 %, dengan rata-rata pertumbuhan penduduknya per tahun selama periode tahun 2003 – 2012 sebesar 0,81 %. Laju pertumbuhan penduduk ini utamanya didorong oleh faktor relatif tingginya angka kelahiran dan faktor migrasi penduduk dari luar Kota ke Kota Kediri karena daerah ini memiliki daya tarik sosial-ekonomi yang relatif lebih baik dibanding daerah-daerah sekitarnya.
 
 
 
Jumlah penduduk usia produktif (usia 15 – 64 tahun) Kota Kediri pada tahun 2012 juga relatif tinggi yaitu berjumlah 219.370 orang atau sekitar 70,23% dibandingkan dengan besaran penduduk pada usia 0-14 tahun dan 65 tahun ke atas yang hanya 29,77%. Tingginya jumlah penduduk usia produktif Kota Kediri ini tentu menjadi modal dasar pembangunan di Kota ini.  
 
 
b)
Komposisi Penduduk Menurut Pendidikan
 
 
 
Tingkat pendidikan merupakan salah satu indikator utama ukuran kualitas manusia. Semakin tinggi tingkat pendidikan rata-rata penduduk Kota Kediri mencerminkan semakin tingginya kualitas manusia di Kota Kediri. Tingkat pendidikan penduduk terbesar di Kota Kediri pada tahun 2012 adalah setingkat SLTA. Salah satu unsur data indeks pendidikan tersebut menunjukkan bahwa kualitas manusia di Kota Kediri sudah relatif baik yang bisa menjadi modal utama pelaksanaan pembangunan. Tabel berikut ini menyajikan perbandingan komposisi penduduk Kota Kediri menurut jenjang pendidikan pada tahun 2011 dan tahun 2012.
 
 
 
Tabel 1.2
Komposisi Penduduk Kota Kediri Berdasarkan Tingkat Pendidikan
NO.
JENJANG PENDIDIKAN
2011
2012
  1.  
Strata III
51
52
  1.  
Strata II
1.375
1.485
  1.  
Diploma IV / Strata I
21.766
23.025
  1.  
Akademi/Diploma III/Sarjana Muda
4.888
5.038
  1.  
Diploma I / II
2.678
2.606
  1.  
SLTA / Sederajat
87.108
90.493
  1.  
SLTP / Sederajat
48.713
49.611
  1.  
Tamat SD / Sederajat
58.174
58.886
  1.  
Belum Tamat SD / Sederajat
30.824
31.988
  1.  
Tidak / Belum Sekolah
47.095
49.146
JUMLAH
302.672
312.331
Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kediri
 
 
 
Kualitas pelayanan pendidikan di Kota Kediri pada tahun 2012 salah satunya juga bisa dilihat melalui indikator rasio guru per siswa pada setiap jenjang pendidikan yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Rasio guru dan siswa sebesar 16 untuk tingkat SD/MI; 14 untuk tingkat SMP/MTs; 13 untuk jenjang SMA/MA; serta 13 untuk jenjang pendidikan SMK. Sedangkan tingkat partisipasi publik dalam penyelenggaraan pendidikan bisa dilihat melalui indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) penduduk usia sekolah (usia 7 tahun s/d 18 tahun) pada tahun 2012 sebesar 169,6%. Keberadaan lembaga-lembaga sekolah maupun kampus di Kota Kediri yang relatif lebih baik dibanding daerah sekitarnya, mendorong semakin banyak pelajar dari luar Kota Kediri yang berminat melanjutkan pendidikan di Kota Kediri, sehingga nilai APK Kota Kediri relatif lebih tinggi dibanding daerah sekitarnya.
 
 
c)
Kondisi Makro Ketenagakerjaan.
 
 
 
Jumlah Penduduk Usia Kerja Kota Kediri pada Tahun 2012 mencapai 207.065 orang atau sekitar 66,29 persen dari total jumlah penduduk. Sedangkan jumlah Angkatan Kerjanya mencapai 138.590 orang atau 44,37 persen dari jumlah penduduk. Mengetahui besarnya penduduk usia kerja dan jumlah angkatan kerja tersebut, Pemerintah Kota Kediri salah satunya mengfokuskan pengembangan sektor perdagangan dan jasa yang terbukti paling banyak memberikan kesempatan dan lapangan kerja bagi penduduk di Kota Kediri.
 
 



 
 
Sumber data: Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Kediri dan BPS Kota Kedir
Peningkatan kesejahteraan pekerja di Kota Kediri juga terus ditingkatkan melalui instrumen Upah Minimum Kota (UMK) Kediri yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tren peningkatan UMK ini bisa dilihat pada data yang menunjukkan bahwa peningkatan terjadi sejak tahun 2007 yaitu Rp 645.000,-, meningkat menjadi Rp. 717.000,- pada tahun 2008, naik lagi menjadi Rp. 856.000,- pada tahun 2009, kemudian Rp. 906.000 pada tahun 2010, menjadi Rp. 975.000,- pada tahun 2011, dan pada tahun 2012 diterapkan UMK sebesar RP. 1.037.500,-.
 

Minggu, 27 April 2014

Geografi Kota Kediri

 


Sebagai wilayah kota yang merupakan salah satu Pemerintah Kota yang ada di wilayah propinsi Jawa Timur, Kota Kediri terletak di wilayah selatan bagian barat Jawa Timur. Kota Kediri dijadikan wilayah pengembangan kawasan lereng Wilis, dan sekaligus sebagai pusat pengembangan regional eks Wilayah Pembantu Gubernur Wilayah III Kediri yang mempunyai pengaruh timbal balik dengan daerah sekitarnya.
Secara geografis , Kota Kediri terletak di antara 111,05 derajat-112,03 derajat Bujur Timur dan 7,45 derajat-7,55 derajat Lintang Selatan dengan luas 63,404 Km2. Dari aspek topografi, Kota Kediri terletak pada ketinggian rata-rata 67 m diatas permukaan laut, dengan tingkat kemiringan 0-40%
Struktur wilayah Kota Kediri terbelah menjadi 2 bagian oleh sungai Brantas, yaitu sebelah timur dan barat sungai. Wilayah dataran rendah terletak di bagian timur sungai, meliputi Kec. Kota dan kec. Pesantren, sedangkan dataran tinggi terletak pada bagian barat sungai yaitu Kec. Mojoroto yang mana di bagian barat sungai ini merupakan lahan kurang subur yang sebagian masuk kawasan lereng Gunung Klotok (472 m) dan Gunung Maskumambang (300 m) sedang dibagian timur sungai merupakan lahan yang relatif subur dengan relief tanah yang datar. Dikaki Gunung Klotok terdapat situs sejarah berupa Goa Selomangleng, goa ini merupakan pesanggrahan Dewi Kilisuci putri Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan. selain itu terdapat relief kisah Patih Butho Locoyo, yang setia mendampingi Dewi Kilisuci dan simbol Butho Locoyo ini menjadi Lambang Kota kediri.
Secara administratif, Kota Kediri berada di tengah wilayah Kabupaten Kediri dengan batas wilayah sebagai berikut :
  • Sebelah utara     : Kec. Gampengrejo dan Kec. Grogol
  • Sebelah Selatan : Kec. Kandat dan Kec. Ngadiluwih
  • Sebelah Timur     : Kec. Wates dan Kec. Gurah
  • Sebelah Barat     : kec. Banyakan dan Kec. Semen
 
Wilayah Kota Kediri, secara administratif terbagi menjadi 3 wilayah kecamatan, yaitu :
  1. Kecamatan Kota, dengan luas wilayah 14,900 Km2 terdiri dari 17 Kelurahan
  2. Kecamatan Pesantren, dengan luas wilayah 23,903 Km2 tediri dari 15 Kelurahan
  3. Kecamatan Mojoroto, dengan luas wilayah 24,601 Km2 tediri dari 14 Kelurahan

Minggu, 20 April 2014

Potensi Kota Kediri



 Kota Kediri berada pada jalur transportasi regional yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Tulungagung, Nganjuk dan Malang, dalam konteks pengembangan wilayah Provinsi Jawa Timur, Kota Kediri merupakan pusat pengembangan SWP Kediri dan sekitarnya yang meliputi : Kabupaten Kediri, Nganjuk, Trenggalek dan Tulungagung. Kota Kediri merupakan kota Orde IIB, termasuk dalam klasifikasi Kota Menengah. Sebagai pusat SWP, Kota Kediri
memiliki fungsi sebagai pusat pelayanan tersier yakni industri, perdagangan, pemerintahan dan pendidikan tinggi. Keberadaan economic base, yakni industri pengolahan tembakau (PT. Gudang Garam), memberikan andil yang cukup besar sebagai pendorong utama aktivitas perekonomian masyarakat.
Fungsi Kota Kediri sebagai pusat pelayanan bagi wilayah sekitarnya, tumbuh dan berkembang didukung oleh keberadaan infrastruktur transportasi yang menghubungkan dengan beberapa daerah disekitarnya. Keberadaan infrastruktur transportasi mempengaruhi pola pemanfaatan lahan yang cenderung linier terutama di sepanjang jalan arteri primer arah ke Surabaya.    
Sesuai dengan kecenderungan yang ada dan kegiatan utama yang dikembangkan di Kota Kediri yaitu : industri, pendidikan, perdagangan dan jasa serta pariwisata, maka arahan penyebaran kegiatan-kegiatan pembangunan dialokasikan pada bagian wilayah kota secara merata sesuai dengan kecenderungan perkembangannya. Peruntukkan masing-masing bagian wilayah Kota Kediri adalah sebagai berikut :
  • Bagian Wilayah Kota A (BWK A), terdiri dari seluruh kawasan Kecamatan Mojoroto dengan luas kawasan 2.460,40 Ha. Kegiatan yang dikembangkan : permukiman, pariwisata, industri dan pendidikan.
  • Bagian Wilayah Kota B (BWK B), terdiri dari seluruh wilayah Kecamatan Kota dan sebagian kecil Kecamatan Pesantren dengan luas kawasan 2.185,05 Ha. Kegiatan utama yang dikembangkan : industri, perdagangan dan jasa serta pariwisata, perkantoran dan permukiman.
  • Bagian Wilayah Kota C (BWK C), mencakup sebagian besar wilayah Kecamatan Pesantren dengan luas wilayah 1.694,98 Ha. Kegiatan utama yang dikembangkan : industri dan permukiman.

Kondisi Demografis
Jumlah penduduk Kota Kediri pada tahun 2009 (data SIAK On Line) mencapai 297.963 jiwa, terdiri dari 149.867 jiwa laki-laki dan 148.096 jiwa perempuan. Yang tersebar di Kecamatan Mojoroto sebanyak 115.033 jiwa, Kecamatan Kota sebanyak 96.101 jiwa dan Kecamatan Pesantren sebanyak 86.829 jiwa. Angka Sex Ratio, yaitu ratio atau perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki terhadap perempuan mencapai 101,19 persen. Rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kota Kediri sebesar 4.265 jiwa per kilometer persegi. Kepadatan penduduk tertinggi ada di Kecamatan Kota. Tingginya kepadatan penduduk di Kecamatan Kota dikarenakan kawasan Kecamatan Kota merupakan sentral dari pusat perdagangan dan jasa yang ada di Kota Kediri. Oleh karena itu dalam perkembangan pembangunan, laju pertumbuhan ekonomi di Kecamatan yang lain terus didorong agar terjadi penyebaran aktivitas ekonomi yang dapat menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah kecamatan yang lain.

Kondisi  Perekonomian
a.  Produk Unggulan.
Kota Kediri sangat dikenal sebagai penghasil makanan yang bercita rasa khas, antara lain tahu kuning, stik tahu, gethuk pisang, emping mlinjo, rokok, jamu, kecap, kopi  serta produk-produk hasil kerajinan bordir, tenun ikat, sarung, sulak, kerajinan bambu.  Merupakan potensi yang tidak kecil artinya bagi bergeraknya roda perekonomian Kota Kediri.  Produk-produk unggulan diproduksi pelaku usaha industri kecil/rumah tangga di seluruh wilayah Kelurahan yang ada di Kota Kediri, pengelolaannya dilakukan dalam sentra industri kecil maupun non sentra.

Dari beberapa sentra yang ada, sebagian besar bergerak di sektor industri dan perdagangan. Di Kota Kediri terdapat 14 sentra UMKM yang berusaha aneka ragam produk, antara lain : tahu, tempe, tenun ikat, meubelair, makanan, minuman, buah-buahan, sayuran, emping mlinjo, sulak, jahitan, kaca hias, tusuk sate, kue basah, jamu gendong dan opak gambir.
Populasi UMKM keseluruhan baik yang ada di sentra maupun non sentra industri kecil pada tahun 2009 berjumlah 14.125 UMKM. UMKM dan koperasi merupakan basis penggerak perekonomian di Kota Kediri terus ditingkatkan melalui pembinaan dan perkuatan permodalan bagi UMKM dan Koperasi.

b. Kondisi Makro Ekonomi.
Selama periode  tahun 2003-2008  nilai PDRB Kota Kediri atas dasar harga berlaku  dengan  PT.  Gudang  Garam  terus  mengalami  peningkatan,  yakni    Rp. 23,742 triliun pada tahun 2003 menjadi Rp 27,420   triliun  pada tahun  2004  atau  meningkat  15,49%  dan  pada tahun 2005 sebesar Rp 31,680 triliyun atau meningkat 15,53% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2006 meningkat sebesar 19,14% menjadi Rp 37,743 triliun, tahun 2007 meningkat 10,70% menjadi                  Rp 41,784 triliun dan tahun 2008 meningkat 15,99% menjadi Rp 48,461 triliun.
Besarnya nilai PDRB Kota Kediri tanpa PT Gudang Garam pada tahun 2003 mencapai Rp 6,392 triliun, tahun 2004 bertambah Rp 7,111 triliun, pada tahun 2005 mencapai Rp 8,188 triliun, selanjutnya tahun 2006 sebesar Rp 9,659 triliun, tahun 2007 sebesar Rp 11,545 triliun dan tahun 2008 sebesar Rp 13,525 triliun.
Peningkatan nilai PDRB atas dasar harga berlaku selain dipengaruhi oleh adanya peningkatan nilai produksi juga dipengaruhi oleh adanya peningkatan harga barang dan jasa yang terjadi pada tahun yang bersangkutan dimana faktor tersebut ikut diperhitungkan dalam penyusunan angka PDRB atas dasar harga berlaku. Oleh karena itu untuk mengetahui peningkatan PDRB yang sebenarnya atau riil, maka angka PDRB disajikan pula atas dasar harga konstan dengan tahun dasar (harga barang dan jasa) pada tahun 2000.
Besaran nilai PDRB atas dasar harga berlaku baik secara rinci dapat dicermati pada tabel  dibawah ini.

Produk Domestik Regional Bruto Kota Kediri Atas Dasar
Harga Berlaku, Tahun 2003 - 2008 (Triliun rupiah)

Uraian
2003
2004
2005
2006
2007*
2008**







PDRB dengan PT Gudang  Garam
23,742
27,420
31,680
37,743
41,784
48,461
PDRB tanpa PT Gudang Garam
6,392
7,112
8,188
9,659
11,545
13,525







*)  Angka diperbaiki
**) Angka Sementara
Dari angka-angka PDRB tersebut, nampak bahwa PDRB Kota Kediri tiap tahun terus mengalami peningkatan, sejalan dengan proses membaiknya kondisi ekonomi. Tentunya nilai PDRB yang dihasilkan masih mengandung pengaruh perubahan harga, sehingga masih belum bisa digunakan untuk menghitung  pertumbuhan ekonomi Kota Kediri.
Untuk melihat pertumbuhan ekonomi Kota Kediri dapat dilihat dari perkembangan PDRB atas dasar harga konstan 2000, karena pertumbuhan ekonomi ini benar-benar diakibatkan dari perubahan jumlah nilai produksi sektoral yang sudah bebas dari pengaruh harga (pertumbuhan riil).
Nilai PDRB Kota Kediri atas dasar harga konstan dengan   PT Gudang Garam berturut-turut pada periode 2003-2008 yaitu sebesar   Rp 17,726 triliun; Rp 18,745 triliun; Rp 18,792 triliun;Rp 19,768 triliun; Rp 20,660 triliun; dan Rp 21,622 triliun.  Sedangkan nilai  PDRB  tanpa   PT. Gudang Garam pada tahun 2003 sebesar Rp 5,084 tahun 2004 sebesar Rp 5,449 triliun, tahun 2005 sebesar Rp 5,684 triliun, tahun 2006 sebesar Rp 5,924 triliun, tahun 2007 sebesar Rp 6,201 triliun dan pada tahun 2008 sebesar Rp 6,514 triliun, sebagaimana terlihat pada tabel 2.2 berikut ini.
Produk Domestik Regional Bruto Kota Kediri Atas Dasar
Harga Konstan Tahun 2000, Tahun 2003 – 2008 (Triliun rupiah)

Uraian
2003
2004
2005
2006
2007*
2008**







PDRB dengan PT Gudang  Garam
17,726
18,745
18,792
19,768
20,660
21,622

 
 
 
 
 
 
PDRB tanpa PT Gudang Garam
5,084
5,449
5,684
5,924
6,201
6,514
*)   Angka diperbaiki
**) Angka Sementara
Dengan perbandingan angka-angka tersebut, maka dapat dikatakan bahwa perekonomian Kota Kediri, dengan PT. Gudang Garam secara riil dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, begitu juga dengan PDRB tanpa PT. Gudang Garam.
Sedangkan tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan yang dihitung dari PDRB yang merupakan rata-rata tertimbang dari tingkat pertumbuhan sektoralnya, artinya apabila sebuah sektor mempunyai kontribusi besar  dan pertumbuhannya lambat, maka hal ini akan menghambat tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Sebaliknya, apabila sektor tersebut mempunyai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, maka sektor tersebut akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi riil dari PDRB adalah pertumbuhan ekonomi (indeks berantai) atas dasar harga konstan 2000. Sehingga pertumbuhan ini sudah tidak dipengaruhi faktor harga atau dengan kata lain benar-benar murni disebabkan oleh kenaikan periode seluruh sektor pendukungnya.
Berdasarkan tabel 2.3 pertumbuhan ekonomi Kota Kediri dengan PT Gudang Garam berturut-turut dari tahun 2003-2008 adalah 3,85%; 5,75%; 0,25%; 5,19%; 4,51%; 4,66%. Sedangkan tanpa PT Gudang Garam sebesar 5,63% tahun 2003,  tahun 2004 sebesar 7,17%, dan 4,32% pada tahun 2005, selanjutnya 4,21%,  4,68% dan 5,05% pada tahun 2006, 2007 dan 2008. Adanya kenyataan ini menunjukkan bahwa sampai dengan tahun 2008 sektor industri pengolahan merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi PDRB di Kota Kediri.
Pertumbuhan Ekonomi PDRB Kota Kediri, Tahun 2003 - 2008 (%)
 
Lapangan Usaha
Tahun
2003
2004
2005
2006
2007*
2008**
Pertanian
4,90
3,34
3,11
2,46
02,15
0,91
Pertambangan dan Penggalian
6,77
1,19
2,26
3,13
3,46
12,93
Industri
3,13
5,05
-2,07
4,21
3,84
3,68
Listrik, Gas dan Air Bersih
9,33
14,27
5,36
3,37
3,17
3,81
Bangunan
7,31
4,71
2,99
4,23
4,36
3,93
Perdagangan, Hotel & Restoran
5,47
8,17
8,02
8,75
6,67
7,57
Pengangkutan dan Komunikasi
7,48
5,46
5,74
8,37
7,94
10,09
Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan
9,72
8,31
3,83
4,12
4,17
4,69
Jasa-jasa
7,04
4,16
4,98
4,75
5,07
6,82
Dengan PT Gudang Garam
3,85
5,75
0,25
5,19
4,51
4,66
Tanpa PT Gudang Garam *
5.63
7.17
4.32
4.21
4,68
5.05
*)  Angka Diperbaiki
**) Angka Sementara

Kondisi perekonomian Kota Kediri pada tahun 2008 pada umumnya tidak ubahnya dengan tahun-tahun sebelumnya dimana semua sektor/ lapangan usaha mengalami pertumbuhan ekonomi positif tanpa terkecuali, dengan indikator meningkatnya pertumbuhan ekonomi untuk PDRB dengan PT Gudang Garam. Adapun untuk PDRB tanpa PT. Gudang Garam pada tahun 2008 laju pertumbuhan ekonomi PDRB mengalami peningkatan menjadi sebesar 5,05% dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2007 sebesar 4,68%. Adanya peningkatan laju pertumbuhan ekonomi PDRB pada tahun 2008 tersebut disebabkan adanya peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dari sektor Perdagangan, hotel dan restoran yaitu dari 6,67% pada tahun 2007 menjadi 7,57% pada tahun 2008.
 
Kualitas Pembangunan Manusia
Pada periode tahun 2002-2008 dari komponen-komponen yang diperhitungkan dalam IPM, Kota Kediri mengalami peningkatan kecuali pada tahun 2006 sedikit mengalami penurunan yaitu sebesar 71,05, selanjutnya   meningkat lagi menjadi 72,49  pada tahun 2007 kemudian pada tahun 2008 IPM Kota Kediri meningkat menjadi 73,39. Dari ketiga komponen pembentuk IPM  semua indeks mengalami peningkatan, kecuali indeks pendidikan pada tahun 2006 mengalami penurunan, capaian indeks pendidikan 82,85 selanjutnya pada tahun 2007-2008 indeks pendidikan mengalami peningkatan cukup berarti. Capaian nilai IPM Kota Kediri periode tahun 2002-2008, selengkapnya dapat dicermati pada tabel dibawah ini.

Komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Kota Kediri Tahun 2002 – 2008
        No.
Tahun
Index Harapan Hidup
Index Pendidikan
Index Daya Beli
IPM
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
1
2002
73,50
83,37
83,34
70,41
2
2003
73,50
84,04
55,17
70,89
3
2004
73,50
84,40
56,17
71,36
4
2005
73,85
83,66
56,21
71,56
5
2006
74,00
82,85
56,30
71,05
6.
2007
74,13
85,99
57,34
72,49
7.
2008
74,71
86,80
58,66
73,39
 
    Sumber  :  BPS Propinsi Jawa Timur, Analisis Kinerja Makro Ekonomi dan Sosial
Dibandingkan dengan Jawa Timur capaian IPM Kota Kediri lebih tinggi. Rata-rata IPM Jawa Timur sebesar 69,14. Dari 38 kabupaten/kota yang dihitung IPM-nya, 19 kabupaten/kota mempunyai IPM lebih baik daripada IPM Jawa Timur, sedangkan sisanya sebanyak 19 kabupaten/kota IPMnya berada di bawah IPM Jawa Timur. Pada tahun 2008, IPM tertinggi/terbaik dicapai oleh Kota Surabaya dengan IPM sebesar 76,10, sementara peringkat terbawah dalam penghitungan IPM masih ditempati Kabupaten Sampang dengan IPM sebesar 55,77.
Penghitungan IPM untuk lingkup Jawa Timur, berbeda dengan penghitungan IPM nasional, dalam menentukan standar harga yang digunakan untuk menghitung PPP  (daya beli). Untuk Jawa Timur, standar harga yang digunakan adalah Kota Malang, sedangkan untuk Nasional menggunakan standar harga Jakarta Selatan. Pada tahun 2008 Kota Kediri menduduki peringkat  5.

Halaman